Tanya Jawab

Sejak dibukanya fasilitas "Hubungi Kami" di situs web Badan Litbang Pertanian telah banyak masyarakat yang menanyakan berbagai hal. Mulai dari teknologi inovasi pertanian hingga magang/kerja praktek di UPT.

Berikut ini rangkuman pertanyaan yang paling banyak ditanyakan pengunjung situs web Badan Litbang Pertanian.

Halaman 1 dari 2
No 1-5 dari 10

Tanya:Saya seorang pengusaha yang sangat tertarik dengan mesin pengolah buah (vacuum Frying). Bisakah saya mendapatkan informasi detil spesifikasi mesin tersebut, cara kerja, perawatan, harga, bisa digunakan untuk buah apa saja, dan lain-lain selengkapnya. Terima kasih.
Jawab:

Vaccum Frying atau Mesin Penggorengan Vakum merupakan pembuatan makanan kering berbahan dasar buah-buahan melalui teknologi penggorengan vakum. Alat ini berfungsi untuk menggoreng buah, sehingga diperoleh hasil, antara lain, keripik nangka, salak, jamur dan sukun.

Keunggulan alat ini adalah dapat menjaga warna produk sesuai warna aslinya dengan suhu rendah, disamping harga yang lumayan murah karena dibuat di dalam negeri.

Bagian utama penggoreng vaku ini terdiri dari (i) Tabung penggorengan, (ii) Kondensor, (iii) Kerangka utama, (iv) Unit Pembangkit vakum, (v) Unit pemanas, (vi) Bak penampung air, (vii) Unit kontrol suhu, dan (viii) Unit pengaduk penggorengan.

Untuk mengoperasikan alat ini cukup mudah. Pertama, kompor pemanas dinyalakan sampai suhu minyak 70–75oC, lalu masukkan bahan-bahan (buah-buahan) yang sudah dikupas dan diiris ke dalam keranjang. Proses pemvakuman tabung penggoreng dilakukan sampai tekanan –700 mm Hg.

Setelah minyak mendidih bahan diturunkan melalui sistem pengaduk dan biasanya tekanan turun. Lakukan pengadukan selama proses penggorengan. Lamanya proses penggorengan bervariasi, antara 60 – 80 menit, tergantung jenis bahan yang digoreng.

Spesifikasi detil alat ini dapat didownload.

Tanya:Saya petani perkebunan kakao ingin bertanya mengenai proses pengolahan biji kakao mulai dari panen sampai siap jual, termasuk proses fermentasi biji kakao dan estimasi biaya yang diperlukan untuk alat dan proses pengeringan dan fermentasi yang menghasilkan mutu kakao yang bagus untuk ekspor.
Jawab:

Menjawab pertanyaan Bapak mengenai pengolahan (hulu) kakao, dapat kami informasikan beberapa hal sbb:

Pengolahan untuk mendapatkan biji kakao kering berkualitas baik siap ekspor, dimulai dari pemetikan buah yang masak (dan sehat, yang terserang hama/penyakit dipisahkan), dilanjutkan dengan pemecahan buah, biji difermentasi selama 3-5 hari, dikeringkan sampai kadar air <7,5%. Lalu disortasi dan dikarungkan (goni) pada berat netto 62,5 kg.

Biji kakao kering selanjutnya diujikan mutunya untuk mendapatkan sertifikat mutu sebagai persyaratan ekspor.

Mengingat pengolahan kakao dan biaya operasionalnya bersifat teknis, kami persilakan Bapak untuk langsung datang ke:

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jl. PB Sudirman 90 Jember 68118 Telp. 0331 757131, 757132; Fax. 0331 757131; Email: iccri@iccri.net.

Tanya:Saya membutuhkan informasi tentang alat untuk pemanen padi di sawah, jika ada, mohon diinformasikan spesifikasi alat tersebut. Terima kasih.
Jawab:

Mesin Pemanen Padi yang dibuat BBP Mekanisasi Pertanian tersebut memiliki lebar kerja empat baris tanam (1 meter) dan merebahkan potongan secara teratur.

Alat yang memiliki daya penggerak motor bensin 5,5 HP ini kapasitas kerjanya dapat mencapai 4,63 jam/Ha dengan efisiensi kerja sekitar 65,8% dan tingkat kehilangan (losses) 0,96%.

Tipe mesin pemotong yang digunakan adalah Reciprocating Blade dengan kecepatan kerja 0,83 m/det. Lebar kerja alat ini adalah 1200 mm.

Alat ini memiliki dimensi : - Panjang : 2315 mm - Lebar : 1470 mm - Tinggi : 1010 mm - Berat : 114 Kg ( Roda besi ) : 05 Kg ( Roda karet )

Tanya:Saya membutuhkan informasi lanjutan mengenai Pabrik Kelapa Sawit Supermini. Mohon kontak person yang dapat dihubungi.
Jawab:

Sehubungan pertanyaan saudara, kami sampaikan bahwa :

- PKS mini dapat dikembangkan secara perorangan atau kelompok dan tidak harus kerjasama dengan Deptan.

- Biaya untuk PKS Mini adalah Rp 80 juta dan deskripsi peralatan adalah seperti terlampir;

- Jika Bapak memerlukan Informasi yang lebih rinci, Bapak dapat menghubungi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), Jl. Salak No. 1A Bogor 16151, email : ipardboo@indo.net.id.

Tanya:Saya mahasiswa Unpad, mohon diinformasikan terkait Sprinkler irrigation, a.l., Nozzle sprinkler irrigation yang ada dan diterapkan di Indonesia; perkembangan penerapannya; dan Jenis sprinkler irrigation dengan model nozzle yang ada pada BBP Mektan.
Jawab:

Untuk nozzle sprinkler yang umum diterapkan di Indonesia ada dua jenis :

a) Tipe impact head, baik yang full maupun part-circle impact sprinkler. Tipe ini di Indonesia banyak dijual untuk digunakan pada sistem irigasi lapang. Bahannya terbuat dari logam (biasanya dari kuningan dan lebih mahal harganya) dan dari plastik (ini lebih populer dan harganya lebih terjangkau). Jangkauan (radius) curahannya berkisar 10 – 20 m. Petani enggan menggunakan sprinkler yang beradius > 20 m karena harus menggunakan pompa bertekanan > 4 bar dimana pompa dengan performance seperti itu cukup mahal harganya.

b) Tipe spray head. Tipe ini umumnya digunakan untuk pembibitan diruang kaca (green house). Yang popular adalah yang terbuat dari plastik.

Perkembangan irigasi mikro, khususnya sprinkler, di lahan-lahan pertanian di Indonesia masih belum sustainable karena banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain :

a) Adopsi teknologi irigasi yang tidak didukung dengan karakterisasi sumberdaya manusia (petani pemakai), seperti, kesiapan petani pemakai, pola pikir petani dalam menerima teknologi tersebut, intensitas penyuluhan, rasa memiliki dsb.

b) Pemilihan teknologi irigasi yang tepat. Kesesuaian teknologi irigasi terhadap sumberdaya lokasi dan disain keseluruhan sangat penting diperhatikan.

c) Pemilihan usahatani yang tepat untuk teknologi irigasi tersebut.

d) Belum adanya dukungan dari kondisi lingkungan strategis (kebijakan, perubahan lingkungan ekologi, perubahan lingkungan sosial, ketersediaan pasar untuk komoditi yang sesuai dengan usahatani beririgasi sprinkler).

e) Belum adanya dukungan finansial (kredit lunak dari Bank) karena sistem irigasi mikro memerlukan investasi yang cukup mahal.

Banyak contoh kegagalan penengembangan sistem irigasi mikro untuk skala petani di Indonesia, seperti, sand dunes di Kebumen, irigasi tetes di Gunung Kidul, irigasi mikro di Sanih, Bali, dsb.

Adapun jenis sprinkler yang dikembangkan di BBP Mektan adalah jenis impact head.