Tahukah Anda?

Halaman 8 dari 20
No 36-40 dari 97

Mengkudu, Tanaman Multikhasiat

Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat multi khasiat yang sudah dimanfaatkan sejak jaman dahulu hampir diberbagai belahan dunia. Akhir-akhir ini tanaman tersebut mendapat perhatian dunia karena adanya fakta empiris dan kepercayaan serta bukti ilmiah bahwa mengkudu mempunyai berbagai khasiat penyembuhan terhadap berbagai penyakit generatif seperti tumor, kanker, darah tinggi. Kandungan kimia terpenting didalam buah mengkudu adalah Alkaloid (xeronin) yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisacharida (asam glukoronat, glikosida) sebagai imunostimulan, anti kanker, dan anti bakteri, Scopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah, analgesik, ascorbin (vit. C) sebagai anti oksidan. Di dalam akar terkandung antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antiseptik, anti bakteri dan anti kanker, senyawa morindin dan morindon sebagai anti bakteri dan zat pewarna. Didalam daun terkandung antrakuinon, glikosida (falvonol glikosida dan lain-lain) sebagai anti kanker dan karotin merupakan sumber vit. A.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Bawang Putih Berkhasiat Anti Kanker

Bawang putih (Allium sativum) atau sering disebut garlic sudah lama dikenal sebagai salah satu bumbu masakan. Tanaman ini juga berkhasiat secara empiris untuk mengatasi berbagai penyakit. Tanaman ini mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor. Dalam tanaman ini terkandung sejenis minyak atsiri yang baunya menyengat hidung, yaitu metil alil disulfida. Selain itu, bawang putih juga mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin B1 dan C, serta beberapa enzim. Potensi bawang putih juga sangat baik untuk mengobati dan mencegah kanker. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh PT Totalcare Nutraceutical (PTN), memperlihatkan aktivitas kemopreventif dengan menggunakan preparat bawang putih.

Sumber: Republika Online, Selasa 23 Maret 2004

Purwoceng, tanaman langka berkhasiat tinggi

Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) termasuk tanaman langka karena habitat endemiknya di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Tanaman ini potensial sebagai komplemen untuk afrodisiak dan substitusi ginseng Korea serta viagra. Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) di Bogor menunjukkan bahwa akar dan daun purwoceng mengandung steroid (stigmasterol dan sitosterol), turunan kumarin serta vitamin E.

Purwoceng sangat prospektif sebagai sumber bahan baku industri suplemen minuman yang berfungsi untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Sedangkan kandungan vitamin E dalam purwoceng dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika untuk peremajaan sel-sel tubuh dan memperbaiki kesuburan wanita.

Sumber: Buku Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Tanaman Obat, Pusat Litbang Perkebunan

Adas Obat Rematik

Salah satu rempah yang memiliki khasiat sebagai obat adalah tanaman adas (Foeniculum vulgare). Tanaman ini berbentuk rumpun dengan ketinggian mencapai 3 meter. Daunnya berbentuk jarum, berwarna hijau keputihan. Bunganya berbentuk payung majemuk, berwarna kuning yang keluar dari ujung batang. Buahnya mempunyai bau khas aromatik dan bijinya berasa pedas. Perbanyakan tumbuhan bisa dilakukan dengan biji atau memisah anak tanaman. Masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan adas adalah rematik.

Untuk mengatasi rematik, adas dan daun senggugu segar ditumbuk halus lalu dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit. Selain itu, 5 gram adas, 5 gram pulasari, 30 gram daun sosor bebek, gula aren secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali sehari.

Sumber: Republika Online, Selasa 28 Januari 2003

Bioteknologi bukan hanya tanaman pangan transgenik

Kebanyakan masyarakat mengasosiasikan bioteknologi dengan tanaman pangan trangenik atau produk-produk hasil rekayasa genetik. Oleh karena itu sering timbul kontroversi terhadap produk bioteknologi bahkan tidak sedikit yang anti dengan bioteknologi. Padahal bioteknologi bukan hanya itu. Bioteknologi mencakup teknik pemuliaan, bioinformatika, mikrobiologi, genetika molekuler, biokimia, fisiologi tanaman, dan biologi molekuler.

Prinsip-prinsip bioteknologi sebenarnya telah dimanfaatkan sejak awal abad 20 di mana para petani menghasilkan varietas baru maupun membuat bahan makanan seperti yoghurt, cuka, sake, kecap dan tempe. Dalam era modern sekarang ini, bioteknologi menghasilkan cara-cara baru memperbaiki suatu produk bahkan menghasilkan produk yang sebelumnya tidak ada. Bioteknologi sangat berpeluang menghasilkan perbaikan-perbaikan di bidang kedokteran, pengelolaan lingkungan, produksi makanan dan pertanian. Penerapan bioteknologi untuk pertanian dan lingkungan mencakup pemuliaan tanaman, kultur jaringan dan micropropagasi, molecular breeding, rekayasa genetika, diagnostik hama tanaman, fermentasi mikroba.

Badan Litbang Pertanian sendiri mempunyai institusi Balitbiogen (www.indobiogen.or.id) yang mempunyai tugas dan mandat untuk melaksanakan kegiatan penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik pertanian.

Sumber: http://www.indobiogen.or.id/, http://www.isaaa.org/kc/bin/publications/agribiotech/index.htm.