Tahukah Anda?

Halaman 8 dari 20
No 36-40 dari 99

Cabe Jawa, Potensial untuk Industri Obat Tradisional

Cabe Jawa (Piper retrofractum), merupakan salah satu tanaman obat potensial, yang banyak dibudidayakan di lahan kering. Bagian yang bermanfaat adalah buahnya yang mengandung minyak atsiri, piperina, piperidina, asam palmitat, asam tetrahidropiperat, undecylenyl 3-4 methylenedioxy benzene, N-isobutyl decatrans-2 trans-4 dienamida, sesamin, eikosadienamida, eikopsatrienamida, guinensina, oktadekadienamida, protein, karbohidrat, gliserida, tannin, kariofelina. Buah cabe Jawa banyak digunakan di dalam industri obat tradisional maupun untuk ekspor. Secara empirik buah cabe jawa berkhasiat sebagai karminatif dan sudorofik, obat perut kembung, peluruh keringat, pegel linu, reumatik, neuralgia. Sedangkan akarnya berkhasiat untuk mengobati sakit gigi. Kandungan bahan aktif minyak atsiri, piperin, piperidin dan turunannya di dalam buah cabe jawa, merupakan sumber bahan baku obat afrodisiak potensial.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Jati Belanda, Berpeluang dalam Industri Fito Farmaka

Jati Belanda Guazuma Ulmifolia Lamk merupakan salahsatu tanaman yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Berdasarkan analisa fitokimia yang terkandung dalam daun jati belanda terkandung triterpen. sterol, alkaloid, karotenoid, flavonoid, tannin, karbohidrat dan saponin. Selaindaunnya sebagai pelangsing, yang cukup banyak bermanfaat sebagai obat tradisional adalah kulit batangnya sebagai obat disentri, wasir, pnemonia, batuk dan brochitis. Pada tahun 2001, tepung kulit batang jati belanda berharga US$ 55/kg di pasaran dunia. Selain itu jati belanda berpeluang menjadi komoditas potensial di dalam industri fitofarmaka karena kandungan proantocyanidins yang diisolasi dari daun jati belanda sebagai obat kolera dan bahan baku produk pelangsing juga peluruh lemak.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Mengkudu, Tanaman Multikhasiat

Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat multi khasiat yang sudah dimanfaatkan sejak jaman dahulu hampir diberbagai belahan dunia. Akhir-akhir ini tanaman tersebut mendapat perhatian dunia karena adanya fakta empiris dan kepercayaan serta bukti ilmiah bahwa mengkudu mempunyai berbagai khasiat penyembuhan terhadap berbagai penyakit generatif seperti tumor, kanker, darah tinggi. Kandungan kimia terpenting didalam buah mengkudu adalah Alkaloid (xeronin) yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisacharida (asam glukoronat, glikosida) sebagai imunostimulan, anti kanker, dan anti bakteri, Scopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah, analgesik, ascorbin (vit. C) sebagai anti oksidan. Di dalam akar terkandung antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antiseptik, anti bakteri dan anti kanker, senyawa morindin dan morindon sebagai anti bakteri dan zat pewarna. Didalam daun terkandung antrakuinon, glikosida (falvonol glikosida dan lain-lain) sebagai anti kanker dan karotin merupakan sumber vit. A.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Bawang Putih Berkhasiat Anti Kanker

Bawang putih (Allium sativum) atau sering disebut garlic sudah lama dikenal sebagai salah satu bumbu masakan. Tanaman ini juga berkhasiat secara empiris untuk mengatasi berbagai penyakit. Tanaman ini mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor. Dalam tanaman ini terkandung sejenis minyak atsiri yang baunya menyengat hidung, yaitu metil alil disulfida. Selain itu, bawang putih juga mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin B1 dan C, serta beberapa enzim. Potensi bawang putih juga sangat baik untuk mengobati dan mencegah kanker. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh PT Totalcare Nutraceutical (PTN), memperlihatkan aktivitas kemopreventif dengan menggunakan preparat bawang putih.

Sumber: Republika Online, Selasa 23 Maret 2004

Purwoceng, tanaman langka berkhasiat tinggi

Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) termasuk tanaman langka karena habitat endemiknya di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Tanaman ini potensial sebagai komplemen untuk afrodisiak dan substitusi ginseng Korea serta viagra. Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) di Bogor menunjukkan bahwa akar dan daun purwoceng mengandung steroid (stigmasterol dan sitosterol), turunan kumarin serta vitamin E.

Purwoceng sangat prospektif sebagai sumber bahan baku industri suplemen minuman yang berfungsi untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Sedangkan kandungan vitamin E dalam purwoceng dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika untuk peremajaan sel-sel tubuh dan memperbaiki kesuburan wanita.

Sumber: Buku Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Tanaman Obat, Pusat Litbang Perkebunan