Tahukah Anda?

Halaman 4 dari 20
No 16-20 dari 99

Gambir, Tanaman spesifik Sumatera Barat

Tanaman Gambir (Uncaria gambir Roxb) banyak terdapat di daerah Sumatera Barat, terutama banyak diusahakan di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selaran. Sedangkan di Padang Pariaman, Pasaman, Solok, Sawahlunto Sijunjung diusahakan secara terbatas. Gambir biasanya digunakan untuk menyirih. Negara pengimpor gambir dari Indonesia utamanya adalah India. Gambir juga dapat digunakan sebagai obat luka bakar, sakit kepala, diare, disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, sakit kulit, bahkan sebagai bahan pewarna tekstil.

Sayangnya pengembangan tanaman gambir belum berasal dari tanaman terseleksi sehingga produksi dan mutunya rendah. Dari evaluasi berbagai tipe gambir di sentra produksi, ada 3 tipe gambir yang mempunyai produksi dan mutu baik yaitu tipe Udang, Cibadak, dan Riau.

Sumber: Balittro: Plasmanutfah dan Perbenihan Tanaman Rempah dan Obat

Matoa Papua Dilepas Sebagai Varietas Unggul

Matoa termasuk tanaman langka. Pohonnya rindang dengan akar yang kuat dan buahnya berasa manis. Ada yang menyebut rasa manisnya seperti kelengkeng campur durian, ada pula yang menyebut seperti rambutan. Matoa asli Papua ternyata mempunyai keistimewaan. Tahun 2006 Menteri Pertanian telah melepas Matoa Papua sebagai varietas unggul yaitu yang berasal dari Desa Sere, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Matoa varietas Papua mempunyai keunggulan daging buah tebal dan mudah lepas dari biji, rasa buahnya yang manis seperti campuran antara rasa kelapa muda, durian, klengkeng, rambutan, kulit buah relatih tebal dan keras, dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 0-500 m dpl. Sedangkan rata-rata hasil 200-500 kg/pohon/tahun.

Sumber: Himpunan Peraturan Menteri Pertanian 2006

Minuman Isotonik Air Kelapa

Air kelapa telah banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti jelly, alkohol, cuka, dan nata de coco. Selain itu air kelapa juga dapat dikembangkan sebagai minuman isotonik. Air kelapa kaya akan Potasium (Kalium) dan juga mengandung gula (antara 1,7-2,6%) dan protein (0,07-0,55%). Komposisi mineral dan gula yang sempurna dalam kandungan air kelapa menyebabkan adanya keseimbangan elektrolit yang sempurna, sama dengan cairan tubuh manusia. Oleh karena itu air kelapa sangat prospektif dijadikan sebagai minuman isotonik.

Sumber: Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian

Minum teh secara teratur dapat mencegah Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan salah satu masalah yang dihadapi wanita pascamenopause. Osteoporosis menyebabkan massa tulang menyusut dan mudah patah. Menurut studi terbaru yang dilakukan di Inggris ternyata kebiasaan minum teh secara teratur dapat mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2000 dengan melibatkan jumlah sampel wanita berusia 65 hingga 76 tahun sebanyak 1.200 orang di Cambridge, Inggris. Disimpulkan bahwa wanita yang mengkonsumsi teh ternyata memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh secara bermakna. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon esterogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan (osteoporosis).

Sumber: Potensi Teh sebagai Sumber Zat Gizi dan Peranannya dalam Kesehatan, LRPI : www.ipard.com

Tanaman Jarak Berkhasiat untuk Obat

Hampir semua bagian pohon jarak ternyata dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Daun jarak yang dikeringkan berkkasiat sebagai penyembuh batuk dan sebagai zat antiseptik setelah kelahiran. Sedangkan minyak jarak dapat digunakan sebagai obat pencuci perut, obat penyakit kulit dan bermanfaat pula untuk mengurangi rasa sakit karena rematik. Sedangkan getah jarak mempunyai sifat antimikrobial melawan bakteri Staphylococcus, Streptococcus dan E.coli. Getah jarak juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan pada luka.

Sumber: Petunjuk Teknis Budidaya Jarak Pagar, Puslitbang Perkebunan Bogor.