Tahukah Anda?

Halaman 4 dari 20
No 16-20 dari 97

Minuman Isotonik Air Kelapa

Air kelapa telah banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti jelly, alkohol, cuka, dan nata de coco. Selain itu air kelapa juga dapat dikembangkan sebagai minuman isotonik. Air kelapa kaya akan Potasium (Kalium) dan juga mengandung gula (antara 1,7-2,6%) dan protein (0,07-0,55%). Komposisi mineral dan gula yang sempurna dalam kandungan air kelapa menyebabkan adanya keseimbangan elektrolit yang sempurna, sama dengan cairan tubuh manusia. Oleh karena itu air kelapa sangat prospektif dijadikan sebagai minuman isotonik.

Sumber: Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian

Minum teh secara teratur dapat mencegah Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan salah satu masalah yang dihadapi wanita pascamenopause. Osteoporosis menyebabkan massa tulang menyusut dan mudah patah. Menurut studi terbaru yang dilakukan di Inggris ternyata kebiasaan minum teh secara teratur dapat mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2000 dengan melibatkan jumlah sampel wanita berusia 65 hingga 76 tahun sebanyak 1.200 orang di Cambridge, Inggris. Disimpulkan bahwa wanita yang mengkonsumsi teh ternyata memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh secara bermakna. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon esterogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan (osteoporosis).

Sumber: Potensi Teh sebagai Sumber Zat Gizi dan Peranannya dalam Kesehatan, LRPI : www.ipard.com

Tanaman Jarak Berkhasiat untuk Obat

Hampir semua bagian pohon jarak ternyata dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Daun jarak yang dikeringkan berkkasiat sebagai penyembuh batuk dan sebagai zat antiseptik setelah kelahiran. Sedangkan minyak jarak dapat digunakan sebagai obat pencuci perut, obat penyakit kulit dan bermanfaat pula untuk mengurangi rasa sakit karena rematik. Sedangkan getah jarak mempunyai sifat antimikrobial melawan bakteri Staphylococcus, Streptococcus dan E.coli. Getah jarak juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan pada luka.

Sumber: Petunjuk Teknis Budidaya Jarak Pagar, Puslitbang Perkebunan Bogor.

Mie Sagu Baik untuk Kesehatan

Selain dari terigu, mie dapat dibuat dari bahan sagu. Sagu (Metroxylon sp) merupakan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan pokok, terutama di kawasan timur Indonesia. Dari segi kesehatan, mie sagu lebih unggul dibanding mie lainnya karena mengandung resistant starch (RS), yaitu fraksi pati tidak tercena yang secara fisiologis berfungsi seperti serat makanan sehingga baik bagi kesehatan usus, sebagai prebiotik, dan mampu menurunkan indeks glikemik. Kadar RS mie sagu sekitar 3-4 kali dari RS dalam mie instan dari terigu. Mengkonsumsi mie sagu tidak akan menimbulkan lonjakan kadar glukosa dalam darah sehingga aman bagi penderita diabetes melitus. Untuk pengembangan produk sagu, BB. Pasca Panen secara intensif telah melakukan penelitian. Introduksi mie sagu kepada masyarakat di Sulawesi Selatan menunjukkan hasil yang menggembirakan

Sumber: Balai Besar Litbang Pascapanen, Bogor

Gula dari Bahan Pati

Umumnya kita mengenal gula yang dihasilkan dari tebu sehingga disebut gula tebu. Padahal gula juga bisa dibuat dari bahan berpati seperti tapioka, umbi-umbian, sagu atau jagung, dalam bentuk sirup Glukosa dan Fruktosa. Rasa serta kemanisan gula pati juga hampir sama dengan gula tebu atau Sukrosa. Sirup Glukosa dapat dibuat melalui hidrolisis asam atau dapat pula melalui cara enzimatis. Cara terakhir ini cocok untuk dikembangkan di pedesaan karena tidak banyak menggunakan bahan kimia sehingga tidak mencemari lingkungan. Untuk kebutuhan industri makanan, gula glukosa juga sangat bermanfaat antara lain untuk pembuatan permen, minuman, ice cream, dll.

Sumber: Info Litbangtan Volume II, Nomor 5, Mei 2006 (BB.Pascapanen)