Tahukah Anda?

Halaman 18 dari 20
No 86-90 dari 99

Lada Obat Asma

Lada atau merica adalah salah satu rempah penting yang memiliki berbagai khasiat obat. Lada (Piper nigrum), dikenal bisa mengatasi penyakit seperti asma. Lada tergolong tumbuhan memanjat. Bagian yang dipakai sebagai obat adalah buah. Menurut Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat, kandungan kimia yang dikandung lada adalah saponin, flavonoida, minyak atsiri, kavisin, resin, zat putih telur, amilum, piperine, piperiline, piperoleine, poperanine, piperonal, dihdrokarveol, kanyo-fillene oksida, kariptone, tran piocarrol, dan minyak lada. Sifat kimiawi lada adalah pedas, berbau khas, dan aromatic. Sebagai obat asma, 10 butir lada, 8 lembar daun sirih dihaluskan lalu ditambahkan 1 sendok teh minyak kayu putih. Ramuan diaduk lalu dioleskan pada tengkuk dan dada.

Sumber: Republika Online, Selasa 03 Desember 2002

Lengkuas Antijamur dan Antikembung

Lengkuas yang biasanya digunakan untuk pengobatan adalah jenis lengkuas merah (Alpinia purpurata K Schum). Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lainnya disebutkan, lengkuas merah memiliki sifat antijamur dan antikembung. Berdasarkan berbagai literatur tentang pengalaman turun-temurun dari berbagai daerah dan negara, lengkuas merah dapat mengobati penyakit-penyakit seperti gangguan perut (kembung, sebah), panu, kurap, eksema, bercak-bercak kulit dan tahi lalat (sproeten), Untuk mengobati gangguan perut, lengkuas merah sebesar satu jari diiris tipis-tipis, rebus dengan tiga gelas air hingga menjadi dua gelas. Minum satu gelas pagi dan sore sebelum makan. Sebagai obat panu, ambil rimpang segar satu jari, potong miring, ujung dipukul-pukul hingga seperti kuas, dan gosokkan pada panu. Untuk mengobati kurap, giling hingga halus rimpang lengkuas empat jari dan bawang putih satu buah. Tambahkan satu sendok cuka, panaskan, dan oleskan pada bagian tubuh yang terkena kurap.

Sumber: Republika Online, Selasa 10 Juni 2003

Madu Memperpanjang Usia

Madu atau mel merupakan larutan karbohidrat yang dihasilkan oleh lebah madu Apis mellifera atau jenis Apis lainnya (suku Apiidae) dari nektar bunga, yang memiliki aroma sedap maupun rasa manis yang spesifik. Nektar merupakan cairan kental seperti sirup, berwarna kuning atau coklat kekuningan. Madu dapat memperpanjang usia pemakainya, hal ini terbukti dari pernyataan para pakar zaman dahulu. Pythagoras, bapak ilmu pasti yang tersohor itu, misalnya, menyatakan rasa terima kasihnya karena dengan mengonsumsi sayuran dan madu, usianya dapat mencapai 90 tahun. Juga Hippocrates ahli fisika kenamaan menyatakan, makanan yang dicampur dengan madu dapat mempertinggi derajat kesehatan manusia dan memperpanjang umurnya. Sementara Pollius Romillius seorang senator Kerajaan Romawi pada ulang tahunnya yang ke 100 atas pertanyaan Julius Caesar menyatakan, beliau dalam usia 100 itu masih kelihatan segar bugar adalah karena selalu mengonsumsi madu dan bukan lemak-lemak. Selanjutnya Ibnu Sina atau Avisenna seorang sarjana kedokteran ternama itu menyatakan, bahwa madu merupakan faktor yang dapat memperpanjang usia dan dapat memelihara kesegaran bekerja para lansia.

Sumber: Republika Online, Selasa 06 Mei 2003

Pacing Atasi Masalah Saluran Kemih

Pacing (amomum arboreum Lour) termasuk tumbuhan herba yang banyak hidup di daerah tropis. Tumbuhan ini bukan hanya hidup liar, tapi juga sering dijadikan tanaman hias di pekarangan. Tempat tumbuhnya pacing lebih banyak di tempat-tempat lembab dan teduh. Pacing ini dikenal memiliki sedikit racun dan bersifat asam. Khasiatnya adalah sebagai peluruh kencing. Kandungan kimia tadi ternyata termasuk bahan baku obat kontrasepsi. Karena itu, wanita hamil dan penderita pencernaan lemah dilarang menggunakannya sebagai obat. Bahan baku untuk obat tradisional dari pacing adalah rimpangnya. Bagian ini bisa digunakan untuk infeksi saluran kemih, nyeri buang air kemih, air kemih sedikit. Pengobatan dalam dilakukan dengan merebus atau menghaluskan (lalu direbus atau diseduh) pacing dengan bahan lainnya. Airnya disaring, lalu diminum. Pengobatan dalam dengan cara ini ditujukan pada penyakit air kemih sedikit dan penyakit saluran air kemih lainnya.

Sumber: Republika Online, Selasa 30 September 2003

Pohon Merah Melancarkan ASI

Selama ini masyarakat Indonesia lebih mengenal tumbuhan katuk yang memiliki khasiat melancarkan dan memperbanyak air susu ibu (ASI). Ternyata bukan hanya katuk, pohon merah (Euphorbia pulcherrima) juga memiliki khasiat melancarkan ASI. Pohon merah memiliki nama daerah godong racun (Jawa). Tumbuhan ini berkayu, bercabang, dan bergetah seperti susu. Sifat kimia dan efek farmakologis tanaman ini adalah pahit, sepat, sejuk, sedikit beracun. Berkhasiat melancarkan pengeluaran air susu ibu (galaktagog). Menurut Prof Hembing dalam bukunya Ensiklopedi Milenium: Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia, pohon merah bisa digunakan sebagai obat untuk pemakaian luar dan pemakaian dalam. Pemakaian dalam adalah untuk melancarkan ASI. Cara melancarkan ASI, ambil sebanyak 10 gram bunga lalu dicuci kemudian direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Setelah dingin airnya diminum.

Sumber: Republika Online, Selasa 10 September 2002