Tahukah Anda?

Halaman 10 dari 24
No 46-50 dari 120

Beras Merah Bergizi Tinggi

Umumnya masyarakat lebih sering mengkonsumsi padi beras putih dibanding beras merah. Padahal beras merah bergizi tinggi. Beras merah selain mengandung karbohidrat juga kaya protein dan mengandung mineral dan vitamin. Tepung beras merah pecah kulit dapat mencegah berbagai penyakit seperti kanker usus, batu ginjal, beri-beri, insomnia, sembelit, wasir, gula darah, dan kolesterol. Warna merah pada beras terbentuk dari pigmen antosianin yang dikandungnya.

Sumber: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Pokem di Papua, Sumber Karbohidrat

Umumnya tanaman sumber karbohidrat yang kita kenal adalah padi, jagung, sagu, ubi-ubian, talas dan lain-lain. . Namun ada satu jenis tanaman serealia yang banyak ditanam di kabupaten Biak Numfor, Papua dengan nama lokal “pokem”. Tanaman ini sejenis tanaman serealia, bentuknya seperti padi tetapi batangnya lebih kecil, dengan tinggi mencapai 1m. Kalau dari jauh terlihat seperti alang-alang. Hasil tanaman pokem berupa beras pokem yang dapat diolah menjadi nasi, bubur dan berbagai kue yang lezat. Ada 3 jenis pokem yaitu merah, hitam dan putih.

Sumber: BPTP Papua: http://papua.litbang.deptan.go.id

Tabat Barito, Tanaman Obat untuk Stamina Tubuh

Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) mungkin belum banyak dikenal masyarakat. Tanaman ini termasuk tanaman obat langka untuk meningkatkan stamina tubuh (afrodisiak). Tabat Barito tumbuh di daerah tropis dan subtropis, terutama di daerah Asia. Tabat digunakan sebagai bahan obat tradisional, yaitu diambil daun dan akarnya. Daunnya mengandung ß-sitosterol dan akarnya mengandung cyanophoric. Tanaman ini berkhasiat untuk meningkatkan fertilitas, sehingga banyak dipakai sebagai bahan baku jamu bagi kaum wanita.

Selain Tabat Barito, dari genus yang sama yaitu Ficus juga dikenal tanaman lainnya yang bermanfaat. Seperti F. benjamina diambil akarnya untuk obat radang saluran pernapasan dan dari daun F. recurva digunakan sebagai obat sakit pinggang.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, www.balittro.go.id

Jambu Biji Berpeluang Sebagai Bahan Baku Industri Biofarmaka

Jambu biji (Psidium guajava.L) merupakan tanaman buah yang sudah dikenal luas masyarakat. Daun dan buahnya bermanfaat sebagai obat demam berdarah karena dapat meningkatkan kadar trombosit darah. Selain itu daunnya digunakan sebagai antidiare. Senyawa aktif pada daun yang berfungsi sebagai anti diare adalah tannin. Ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk membasmi bakteri/mikroba penyebab diare (Salmonella typhii, E. coli, Shigella dysentriae). Komposisi kimia di dalam daun jambu biji adalah tannin 9 - 12%, minyak atsiri, minyak lemak dan asam malat. Mengingat fungsinya sebagai obat anti diare dan demam berdarah yang potensial, jambu biji memiliki prospek yang cukup baik dikembangkan sebagai bahan baku industri fitofarmaka.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Pegagan : Obat Anti Pikun dan Meningkatkan Ketahanan Tubuh

Pegagan telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional baik dalam bentuk bahan segar, kering maupun yang sudah dalam bentuk ramuan (jamu). Di Australia telah dibuat obat dengan nama "Gotu Kola" yang bermanfaat sebagai anti pikun dan juga sebagai anti stress. di Indonesia pegagan telah banyak dimanfaatkan sebagai obat yang cukup mujarab untuk penyembuhan penyakit HIV melalui peningkatan ketahanan tubuhpasien. Secara empirik, pegagan bermanfaat sebagai penyembuh luka, radang, teumatik, asma, wasir, tuberkulosis, lepra, disentri, demam dan penambah selera makan. Di Cina, pegagan bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi darah, bahkan lebih bermanfaat dibandingkan dengan ginko biloba atau ginseng yang berasal dari Korea.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)