RPPK


Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
2005 - 2025
Pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2005, bertempat di Kawasan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Propinsi Jawa Barat. Kegiatan RPPK ini merupakan hasil kerjasama antara Menko Bidang Perekonomian dengan Departemen Pertanian, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan, Kamar Dagang Indonesia, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Pur wakarta, serta Perum Jasa Tirta II Jatiluhur.
Peserta acara Pencanangan RPPK terdiri atas petani, peternak, nelayan, pengusaha, dan tamu undangan dari beberapa instansi dari daerah dan pusat, serta perwakilan negara sahabat. Jumlah peserta acara Pencanangan RPPK kurang lebih 1500 orang (terlampir). Jumlah petani, peternak dan nelayan yang hadir dalam acara tersebut kurang lebih 700 orang.
SBY mencanangkan RPPK
Beberapa Menteri hadir dalam acara tersebut disamping Menko Perekonomian dan Menteri Pertanian, antara lain ialah Menteri Kehutanan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perdagangan, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri BUMN, dan Menteri Sekretaris Kabinet. Selain itu beberapa tamu undangan lain yang hadir adalah Rektor IPB, Ketua Kadin, Ketua HKTI, beberapa Gubernur (Jabar, Jateng, dan Gortontalo), beberapa Bupati, Ketua DPRD (Jabar dan Purwakarta) serta utusan dari negara sahabat dan lembaga internasional.

Pada kesempatan tersebut, Presiden RI berkenan melakukan Temu Wicara yang diikuti oleh petani, nelayan, petani-hutan, asosiasi/koperasi/ pengusaha, dan HKTI/HNSI/KTNA Nas/P4S. Peserta Temu Wicara adalah 120 orang dari Jabar (20 orang), Jateng (19), Gorontalo (9), Kalimantan Timur (13), Jambi (10), Sulawesi Selatan (8), Sulawesi Tengah (3), Asosiasi Koperasi/ Pengusaha (33), dan 5 orang dari HKTI/HNSI/KTNA Nas/P4S. Isi temu wicara, antara lain, penyuluh hendaknya diaktifkan kembali mengingat perlunya penyampaian informasi kepada petani dilapangan dengan dukungan Menteri, Gubernur, dan Bupati yang terkait; perlunya peninjauan kembali terhadap patokan harga gabah yang semestinya disesuaikan dengan kenaikan harga BBM; dilakukannya perbaikan saluran irigasi; pemasaran hasil pertanian khususnya disaat panen raya; perbaikan tata niaga gula serta pemberantasan penyelundup; dan realisasi kredit usaha kecil dan menengah.
SBY mengunjungi Pameran RPPK

Acara pencanangan disemarakkan pula dengan pameran yang diikuti oleh Deptan, DKP, Dephut, Prop. Jawa Barat, dan Institut Pertanian Bogor. Pameran dibagin dalam 4 tema yaitu: Produk Baru, Mendukung Ketahanan Pangan, Potensi ekspor, dan Peluang Usaha/Pusat Pertumbuhan.
Sosialisasi RPPK dilakukan dengan jalan, antara lain, konferensi pers Menko Perekonomian di kantor Menko dan didampingi oleh Mentan, Menteri Perikanan dan Kelautan serta Menhut. Selain itu diselenggarakan pula pertemuan Mentan dengan pemimpin redaksi Kompas, dan pemimpin harian The Jakarta Post. Selain itu publikasi juga dilakukan melalui beberapa media cetak (Kompas, Sinar Tani, Republika, dan Media Indonesia) dan media elektronik melalui TVRI pusat dan Bandung. Acara puncak Pencanangan RPPK disiarkan secara langsung oleh TVRI. Sedangkan media massa sejumlah 42 media cetak dan 25 media elektronik dari stasiun TV pusat dan daerah.

SINOPSIS REVITALISASI AWAL
No.
Fokus Revitalisasi Awal
Melalui Program
Dalam Bentuk Simbolisasi
Penerima

Diserahkan Oleh Presiden R.I.
1.Revitalisasi Pemantapan Ketahanan Panganpenyediaan sarana produksi, benih, pupuk, pestisida dan alat mesin pertanian (untuk 16 prop.)penyerahan bibit padi varietas CiherangUci Sanusi ( Kelompok “Ciceri” Subang, Jabar)
   penyerahan bibit jagung hibrida Varietas SHS-12Kusmin ( Kelompok “Sawunggaling”, Pati, Jateng)
  pengembangan kolam air deras untuk penyediaan protein hewani murahpenyerahan 20 ekor bibit ikan nila (dari total 27 ton, 25 propinsi)Wawan ( Kelompok “Giri Cipta Mas” Purwakarta, Jabar)
2.Revitalisasi peningkatan kesempatan usaha dan pertumbuhanpeningkatan usaha dan pertumbuhan di 141 daerah aliran sungai, seluas 500.000 ha, di 30 propinsi, 370 kabupaten   
  pengembangan produksi hasil hutan non kayupenyerahan bibit kayu putihIyu Hairudin ( LMDH “Kupang Sari” Bandung Selatan, Jabar)
  Pengembangan jasa berbasis hutanPenyerahan bibit kayu cendanaJerimiah ( Propinsi Kalimantan Timur)
  Peningkatan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petaniPenyerahan bibit jati plusSutomo ( LMDH “Warna Agung” Balapulang, Jateng)
3.Revitalisasi ekspor produk pertanian, perikanan, dan kehutananRevitalisasi tambak udang nasionalPenyerahan 1500 ekor benur udang bebas virus (dari total 1.875.000 benur )A Rachman Daeng Tayang.
(KTNA Takalar, Sulsel)
4.Revitalisasi pengembangan produk baruPengembangan sumber bahan bakar terbarukan sebagai bahan bakar migasPenyerahan Biodiesel Minyak Sawit (BMS) B10 dalam kemasan botol 1 liter (dari 5 ton)Wawan Setiawan (Ketua Kelompok “Sinar Kehidupan Abadi”, Pandeglang, Banten)
  Peningkatan nilai tambah melalui pengembangan alat pengolahan rumput lautPenyerahan dokumen alat pengolah rumput laut skala kecil Achmad Wahid (Kelompok “Pejuang Muda”, Jepara, Jateng)
     
Disaksikan oleh Presiden R.I.
5.Partisipasi masyarakat dalam RPPKAkselerasi penigkatan produktivitas tebu nasional tahun 2002-2007 (sampai 2004 berkembang 45 Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) meliputi 9070 anggota di Jawa Timur)Penyerahan dokumen dana bergulir sebesar 74 miliar rupiahDari Wahab Hasbullah (Ketua Koperasi Usaha Bersama “Rosan Kencana” Surabaya, Jatim) ke H. Sulaeman (“Koperasi Petani Tebu Rakyat -KPTR” Situbondo, Jatim)
6.Revitalisasi SDM pertanianKerjasama penyediaan beasiswa antara IPB dengan Departemen Agama dan IPB dengan Pemerintah Propinsi dan KabupatenPenyerahan beasiswa (target 250 orang)Rektor IPB kepada Mohamad Ansar (SMA Islam terpadu Bogor, Jabar), serta Michael Muham (Siswa dari Kabupaten Karo, Sumut)