Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional 2012

Home | Panduan  | Agenda | Kontak

Sejalan dengan perubahan lingkungan strategis di dalam dan luar negeri, tuntutan peran penelitian dan pengembangan hortikultura semakin meningkat. Penyediaan inovasi hortikultura pada masa mendatang semakin berat sejalan dengan makin kompleksnya permasalahan yang dihadapi antara lain makin terbatasnya sumberdaya lahan, air dan energi, perubahan iklim global, rendahnya diseminasi inovasi teknologi, serta pesatnya perubahan kemajuan teknologi dan informasi global.

Sebagai salah satu langkah strategis yang ditempuh oleh Puslitbang Hortikultura yang diselaraskan dengan pendekatan model Spectrum Diseminasi Multi Channel (SDMC), Puslitbang Hortikultura berusaha untuk meningkatkan diseminasi inovasi teknologi dengan mengadakan kegiatan Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional 2012 (Pentas Hortikultura 2012). Kegiatan ini tidak hanya melibatkan UPT lingkup Puslitbang Hortikultura, namun juga UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian yang menghasilkan teknologi hortikultura. Terkait dengan kegiatan tersebut, juga diadakan Seminar Nasional Hortikultura sebagai wahana diskusi dalam upaya memberikan solusi pemecahan permasalahan teknologi hortikultura dan diseminasinya serta meningkatkan peran teknologi hortikultura dalam upaya memacu diversifikasi pangan, nilai tambah, daya saing dan ekspor, serta mewujudkan kesejahteraan petani.

Tujuan:

Perkiraan Manfaat dan Dampak

  1. Terkomunikasikannya dan berkembangnya berbagai inovasi teknologi hasil penelitian hortikultura dalam upaya peningkatan produktivitas dan kontribusi iptek untuk pengembangan agribisnis hortikultura sebagai salah satu komoditas unggulan dan ekspor.
  2. Terjadinya komunikasi dan adanya kesamaan persepsi antar stakeholder pengguna/pengelola iptek hortikultura guna mengintegrasikan program untuk pengembangan agribisnis hortikultura.
  3. Tersusunnya arah, strategi dan implikasi kebijakan dalam litbang hortikultura ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
  4. Berkembangnya apresiasi terhadap pemanfaatan dan hasil iptek hortikultura berkelanjutan, terutama oleh pengambil kebijakan, petani, penyuluh, dan pelaku bisnis.
  5. Berkembangnya apresiasi dan minat generasi muda terhadap sistem usaha tani ramah lingkungan komoditas hortikultura

Tema :

Kebangkitan Teknologi Hortikultura  Wujudkan Petani Sejahtera

Tempat dan Waktu :

Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional 2012 (Pentas Hortikultura 2012) dilaksanakan di :

  1. Kebun Percobaan Subang, Jawa Barat.

  2. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang, Jawa Barat

Waktu pelaksanaan tanggal 2 - 6 Juli 2012

Materi :

  1. Seminar Nasional dengan tema “Penerapan Inovasi Teknologi dalam Mendukung Pembangunan Hortikultura yang Berdaya Saing dan Berbasis Sumber Daya Lokal”.
  2. Promosi varietas unggul hortikultura dan pengenalan calon varietas baru
  3. Gelar Teknologi (Lapangan)
  4. Pameran dan bursa, konsultasi agribisnis hortikultura, peragaan teknologi, serta demo kuliner
  5. Wisata Edukasi Cinta Buah Indonesia: Kekayaan Plasma Nutfah dan Manfaatnya
  6. Temu Bisnis
  7. Pelatihan Teknologi Hortikultura
  8. Aneka Lomba

Peserta :

Kegiatan ini diharapkan dapat dihadiri lebih 3000 orang, terdiri atas:

  1. Menteri Pertanian
  2. Wakil Menteri Pertanian
  3. Anggota DPR/DPRD
  4. Gubernur Jawa Barat dan Bupati terkait
  5. KTNA
  6. Kadin
  7. Para pejabat Eselon I  - IV lingkup Kementerian Pertanian
  8. Para pejabat lembaga di luar Kementerian Pertanian
  9. Para pejabat lembaga non Kementerian (Bappenas, KLH, LIPI, BPPT)
  10. Para dosen dan peneliti dari Perguruan Tinggi
  11. Para pejabat Pemda/Bappeda/Dinas Pertanian/Bakorluh
  12. Institusi dan Asosiasi yang terkait dengan hortikultura di luar Badan Litbang Pertanian
  13. Para peneliti pada Unit Kerja / lingkup Badan Litbang Pertanian
  14. Para Penyuluh
  15. Swasta/BUMN yang terkait dengan hortikultura : Perusahaan Perbenihan, Alat Mesin Hortikultura, Pupuk dan Pestisida,
  16. Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO).
  17. Petani/Kelompok Tani/Gapoktan dan pelaku agribibisnis.
  18. Pendidik, pelajar dan mahasiswa.
  19. Media massa.