SDM Profesional » Ir. Mastur, M.Si. Ph.D.

Ir. Mastur, M.Si. Ph.D.
Nama:Ir. Mastur, M.Si. Ph.D.
Unit Kerja:Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat
Pendidikan:S3
Jabatan:Peneliti Madya
Bidang Penelitian:Budidaya Tanaman
E-mail:balittas@litbang.deptan.go.id, mastur002@yahoo.com

Profil

Ir. Mastur, MSi PhD mendapat gelar Sarjana tahun 1988 dan Pasca Sarjana tahun 1994 pada Program Studi Ilmu Tanah Institut Pertanian Bogor (IPB). Gelar PhD Bioregulation diperoleh dari Tokyo University of Agricultur e pada tahun 1999.

Riwayat pekerjaan diawali sebagai staf Peneliti Agronomi dan Fisiologi Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Bogor sejak Maret 1989. Sejak Mei 1989, diperbantukan sebagai Staf Peneliti Agronomi, untuk membantu dan melaksanakan penelitian kedelai lahan sawah di Karawang pada Soybean Gap Analysis Project (SYGAP) II, hingga tugas belajar S2 di IPB Juli 1990. September tahun 1999 hingga Juli 2001, menjadi peneliti dan Ketua Kelompok Peneliti (Kelti) Hidrologi, pada Balai Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BTP DAS) Surakarta, Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan. Menjadi peneliti Ekofisiologi Tembakau pada Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) sejak Juli 2001 hingga November 2005, merangkap Koordinator Kerjasama dan Komersialisasi.

Pada November 2005 sampai Desember 2010 menjadi peneliti Budidaya Tanaman dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP Kaltim). Sejak Januari 2011 menjadi Peneliti dan Kepala BPTP Jawa Tengah.

Saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Puslitbang Perkebunan berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 5398/Kpts/KP.330/12/2011 tertanggal 30 Desember 2011,

Memimpin tim penelitian dampak Reduce Impact Logging (RIL) Competitive Award Scheme (CAS) II dari Berau Forest Management Project MOFE/EU tahun 2000. Diperbantukan sebagai Soil and Water Conservation Specialist Consultant pada Good Governance in Water Resouces Management Project MOPW/EU 2003/2004. Meneliti dan menerbitkan Karya Ilmiah lebih dari 60 di dalam dan luas negeri. Menjadi anggota Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI).