Download » Suplemen Sinar Tani
Daftar Download
Halaman 1
dari 15
No 1-10
dari 145
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Next
Penyediaan Durian Sepanjang Tahun
Indonesia berpotensi untuk menyediakan pasokan durian sepanjang tahun. Salah satu strategi yang dapat dilaksanakan adalah melakukan pengembangan di lokasi-lokasi yang mengalami masa panen di bulan April-Juli, atau area off-season alami, di mana pada umumnya daerah sentra durian lain sedang dalam masa paceklik.
jajar Legowo
Maksud dan tujuan penerapan sistem Jajar Legoewo (Jarwo), di antaranya (a) Memanfaatkan radiasi matahari pada tanaman yang terletak di pinggir petakan, sehingga diharapkan seluruh pertanaman memperoleh efek pinggir (border effect), (2) Memanfaatkan efek turbulensi udara yang bila dikombinasikan dengan sistem pengairan basah-kering berselang maka dapat mengangkat asam-asam organik tanah yang berbahaya bagi tanaman dari bagian bawah ke bagian atas (menguap), (3) Meningkatkan kandungan karbon dioksida (CO2) dan hasil fotosintesis tanaman, (4) Memudahkan dalam pemupukan dan pengendalian tikus, dan (5) Meningkatkan populasi tanaman per satuan luas.
Teknologi Lahan Rawa
Untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa perlu mempertimbangkan permasalahan utamanya. Hingga saat ini telah banyak teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa, antara lain: (1) Inpara (Inbrida Padi Rawa, (2) Sistak dan Stoplog, (3) Sistem surjan, (4) Biotara dan Biosure, (5) Ratel.
KRPL
”Kawasan Rumah Pangan Lestari” (KRPL) yaitu suatu kawasan (RT, RW, Dusun, Desa) yang memiliki rumah yang memanfaatkan ruang baik pekarangan dan atau halaman sebagai lumbung pangan secara intensif, ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan mengacu pada empat prinsip yaitu: i). ketahanan dan kemandirian pangan, ii) diversifikasi pangan berbasis pangan lokal, iii). konservasi sumberdaya genetik, dan iv). upaya lestari melalui kebun bibit desa, menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani/masyarakat.
Bahan Tanam Kakao Unggul
Saat ini areal pengembangan kakao di Indonesia meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan NAD. Sedangkan daerah pengembangan baru yang direncanakan untuk mendukung produktivitas dan mutu kakao nasional adalah Propinsi Papua, Kaltim dan NTT. Pengembangan dan intensifikasi kakao oleh pemerintah dilakukan melalui program Gernas Kakao oleh Kementerian Pertanian, terutama keterkaitannya dengan program rehabilitasi, intensifikasi dan peremajaan. Program ini diarahkan untuk peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman kakao di Indonesia. Peningkatan produksi dan perbaikan mutu kakao Indonesia dapat dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Penerapan kedua program tersebut di Indonesia memerlukan tersedianya bibit dan benih kakao unggul, sehingga pengembangan kultivar atau klon kakao unggul secara terprogram perlu segera dilakukan.
Teknologi Pakan Sapi Potong
Formulasi pakan untuk ternak ruminansia dapat bervariasi luas, tanpa memberikan dampak negatif terhadap performans produktivitasnya. Hal yang paling pokok untuk diperhitungkan adalah keseimbangan nutrien pakan dan strategi pemberian pakan. Dengan pakan protein rendah; tentunya yang identik dengan harga murah, diharapkan biaya pakan dapat dikurangi secara signifikan, sehingga produk yang dihasilkan mempunyai daya saing tinggi. Diperlukan dukungan teknologi formulasi pakan rasional yang berkualitas namun tetap murah.
Budidaya Sayur di Pekarangan
Budidaya sayuran di pekarangan bukan merupakan hal baru. Praktek
pemanfaatan demikian sudah lama dilakukan terutama di pedesaan. Namun
demikian, seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut semakin ditinggalkan, dan
banyak pekarangan di pedesaan justru tidak dimanfaatkan, dibiarkan telantar dan
gersang. Bertolak belakang dengan kecenderungan di atas, jumlah penduduk akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan bahan panganpun semakin
bertambah. Pemenuhan kebutuhan pangan tersebut banyak menemui permasalahan,
di antaranya adalah fenomena perubahan iklim global yang berpengaruh pada
tingkat produksi dan distribusi bahan pangan, penyempitan lahan pertanian
akibat penggunaan di bidang non pertanian, dan tingginya tingkat degradasi lahan
sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen.
Flora Rawa Pembasmi Serangga
Hasil eksplorasi Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Badan Litbang Pertanian
mengidentifikasi tidak kurang dari 103 jenis tumbuhan rawa yang berpotensi
dijadikan bahan baku pembuatan insektisida nabati. Koleksi tumbuhan mengandung
bahan bioaktif (refelen, atrraktan atau berdaya racun) dan banyak ditemukan
tumbuh liar di Kalimantan Selatan dan Tengah. Hasil koleksi terdiri dari golongan
rumput, teki dan berdaun lebar serta tanaman tahunan. Sebagian nama-nama
tumbuhan yang dikoleksi belum diketahui bahasa umumnya (bahasa Indonesia),
sehingga masih menggunakan bahasa daerah setempat, terutama bahasa Banjar dan
Dayak. Tumbuhan yang dikoleksi pada umumnya berkhasiat sebagai obat, namun
ada juga yang dapat meracun terutama pada kulit dan sebagian lagi mempunyai
bau yang menyengat.
Pengembangan Padi C4
Sebelumnya para ahli beranggapan bahwa anatomi Kranz merupakan komponen paling penting dalam mendukung berlangsungnya proses fotosintesis C4. Anggapan ini ternyata tidak seluruhnya benar. Beberapa tanaman yang tidak mempunyai sel bundle sheath seperti tumbuhan air Hydrilla verticillata dan tumbuhan darat dari famili Chenopodiaceae (Bieneria cyclopetra dan Borszczowia aralocaspica) mampu melakukan proses fotosintesis C4 dalam sel mesofilnya. Bahkan di dalam genom tanaman C3 (padi) juga telah ditemukan gen-gen homolog dari gen yang menyandikan enzim yang terlibat di dalam fotosintesis tanaman C4. Artinya, sel mesofil tanaman padi mempunyai potensi dan kapasitas untuk mengakomodasi proses-proses fotosintesis sebagaimana terjadi pada tanaman C4.
Tanam Padi Berjamaah
Alur pikir yang ditampilkan setelah terbentuknya kelompok tani (Poktan) dan
gabungan kelompok tani (Gapoktan) cenderung menjadi kemompok-kelompok
yang ingin berdiri sendiri dan tidak memikirkan kelompok lainnya. Perlu dipahami
bahwa: a). secara organisasi kelompok, Poktan dan Gapoktan dibenarkan berusaha
mandiri dan mensejahteraan kelompoknya, b) secara organisasi kenegaraan yang
lebih luas antar Poktan dan Gapoktan harus ada koordinasi dan sinkronisasi dalam
hal bertanam padi bersama secara berjamaah dalam areal yang luas disesuaikan
dengan agroekosistemnya.
