Berita » Pekan Pertanian Rawa Nasional I, Mengungkap Potensi Lahan Rawa

(hms/13 Jul 2011)

Kelestarian swasembada pangan sebagai komponen utama ketahanan pangan dihadapkan pada beberapa tantangan, antara lain ancaman perubahan iklim dengan beberapa derivasi dampaknya, serta keterbatasan lahan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk areal pertanian. Hal tersebut terungkap dalam Pekan Pertanian Rawa Nasional I yang diselenggarakan pada 12 – 15 Juli 2011 di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Menteri Pertanian, Dr. Suswono yang berkesempatan membuka Pekan  Pertanian Rawa Nasional I tersebut mengajak para kepala daerah untuk melindungi lahan pertanian sebagai sumber pangan nasional, dengan mengeluarkan perda perlindungan lahan pertanian. "Pemerintah saat ini sedang konsentrasi dengan ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim," ujar beliau.

Lahan rawa, baik pasang surut maupun lebak merupakan salah satu sumberdaya alternatif yang sangat potensial untuk mendukung ketahanan pangan. Walaupun selama ini lahan rawa sudah berkontribusi terhadap produksi pangan nasional, terutama beras, tetapi sebenarnya, potensi lahan rawa tersebut belum dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Menteri Pertanian, pemerintah akan menargetkan peningkatan produksi pangan hingga 50 juta ton dalam lima tahun ke depan, guna memperkuat ketahanan pangan. Salah satu caranya dengan memanfaatkan lahan rawa yang diperkirakan mencapai 9,5 juta hektare yang tersebar di 11 provinsi.

Untuk memanfaatkan lahan rawa secara optimal dibutuhkan pendekatan dan strategi yang handal dengan sentuhan inovasi teknologi yang tepat. Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai teknologi unggul dan adaptif pada lahan rawa. Dalam Pekan  Pertanian Rawa Nasional I ini ditampilkan bebrapa kegiatan seperti keragaan teknologi pertanian lahan rawa, pertanian rendah emisi dan pengelolaan lahan rawa di lokasi ICCTF Banjarbaru, launching teknologi dan benih padi rawa, seminar nasional sumber daya lahan, diskusi fokus pengeloaan lahan gambut, bedah buku pengelolaan lahan gambut, dan beberapa kegiatan pendukung lainnya.

Seusai pembukaan, Menteri Pertanian melaksanakan launching sistem perbenihan padi rawa yang ditandai dengan penyerahan Bantuan Benih Padi Rawa (Padi Inpara 2, 3, 4, dan 5) kepada para Penangkar dan Petani di Kalimantan Selatan, serta penyerahan bantuan alat treser, mower, dan pompa air dan traktor dari Bupati Kab.HSS dan Gubernur Kalimantan Selatan di desa Kayu Abang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Berita Terkait :

Pekan Rawa Nasional I