Berita » Dua Teknologi Badan Litbang Pertanian Diadopsi Swasta

(hms/08 Peb 2011)

Untuk menghasilkan Tepung Kasava Bimo 3 ton per hari, diperlukan bahan baku ubi kayu segar sebanyak 12 ton. Bahan baku diperoleh dari  lahan pertanian Bogor dan sekitarnya.  Untuk menghasilkan  Tepung Kasava Bimo, pada prinsipnya diperlukan dua macam teknologi yaitu teknologi proses yang dihasilkan oleh BB Pascapanen yaitu teknologi Starter Bimo-CF yang biasa disebut ragi sebagai bahan proses fermentasi dan teknologi alat mesin pertanian dari BBP Mekanisasi Pertanian antara lain  ada lima macam yaitu: slicer/penyawut, spinner/pengatus, pengering/dryer (belt dryer), penepung dan pengayak.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan  Pertanian Dr. Mappaona  meninjau PT. Multi Prima Sejahtera, perusahaan Tepung Kasava Bimo di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, pada bulan Januari 2011. Dalam acara kunjungan ini Sekretaris Badan didampingi oleh Ka. BB-Pascapanen (Ir. Rudy Tjahjohutomo, MT), Ka. BB-Mektan (Dr. Astu Unadi), Ka. BPATP (Dr. Agung Hendriadi, M.Eng), Kasie Kerjasama BB-Pascapanen (Ir. Agus S. Somantri), Kepala Bidang Sarana dan  Kerja Sama BB-Mektan (Ir. Rino H., MS) serta peneliti dan perekayasa senior lingkup Badan Litbang (Ir. Suismono, MS, Misgiyarta, SP., MSi dan Ir. Spriyanto, MS).  Rombonngan Badan Litbang Pertanian diterima oleh  manajemen PT. Multi Prima Sejahtera Tbk., Bp. Ir. S. Darmanto,  Bp. Abraham, Bp. Aris dan Ibu Eva. Tujuan  dari kunjungan ini adalah untuk melihat dari dekat  proses produksi Tepung Kasava Bimo.

Produksi Tepung Kasava Bimo yang dilakukan oleh PT. Multi Prima Sejahtera Tbk (PT. MPS Tbk) memiliki kapasitas terpasang 3 ton Tepung Kasava Bimo per hari.  Untuk menghasilkan tepung 3 ton per hari diperlukan bahan baku ubi kayu segar sebanyak 12 ton. Bahan baku diperoleh dari  lahan pertanian Bogor dan sekitarnya.  Pada prinsipnya diperlukan  dua macam teknologi untuk menghasilkan  Tepung Kasava Bimo yaitu teknologi proses dan teknologi alat mesin pertanian. Teknologi proses  yang digunakan adalah hasil  penelitian  BB-Pascapanen meliputi teknologi menghasilkan Starter Bimo-CF, merupakan starter atau bibit atau  ragi yang digunakan untuk proses fermentasi. Proses  menghasilkan Tepung Kasava Bimo yang merupakan tepung fermentasi meliputi: pengupasan, pencucian, peyawutan/pengirisan, perendaman/ fermentasi, penirisan, pengeringan, penepungan, pengayakan dan pengemasan. Peralatan yang diaplikasikan pada proses pembuatan   ada lima macam yaitu: slicer/penyawut, spinner/pengatus, pengering/dryer (belt dryer), penepung dan pengayak.  Peralatan ini hasil kerjasama BB-Mektan dengan PT. Multi Usaha Wisesa (PT. MUW) merupakan anak perusahaan PT. MPS Tbk.

Sekretaris Badan Litbang  memberikan arahan bahwa  Indonesia sebagai negara dengan  jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia (China, India, Amerika Serikat dan Indonesia) diperlukan  kecukupan pangan. Pangan tidak dapat dipenuhi sendiri (perintah) sehingga perlu melibatkan  tiga belah fihak (Akademisi, Businessmen, Government). Perlu  meningkatkan pemahaman dan kebiasaan bahwa pangan pokok tidak hanya padi/beras, sehingga mengurangi konsumsi pangan beras dengan berbagai bahan pangan :  ubi kayu,  jagung, tepung-tepungan, komposit beras jagung dll. Pada prinsipnya diperlukan  teknologi pascapanen yang dapat mengolah menjadi makanan yang enak, dan cepat dimasak. Diperlukan upaya merubah budaya  mengkonsumsi  pangan pokok tidak hanya beras, namun  juga  beras jagung, beras sorgum, berasan  kasava, berasan ubi dll. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan peranan berbagai pihak: pemulia tanaman, petani produsen, dan industri yang menghasilkan  produk siap konsumsi. Harapan pemerintah adalah  dapat  dilakukan diversifikasi pangan  dari berbagai sumber pangan lokal seperti  ubi-ubian (ubi jalar, kasava, ganyong, dll), serealia (jagung, sorgum dll)  yang memiliki nilai tambah,  produk berasan dari ubi-ubian, serta ketersediaan produk berasan yang cukup bagi masyarakat. Pemerintah mendorong tumbuhnya industri Tepung Kasava Bimo semakin banyak, sehingga diperlukan kerjasama  lembaga penelitian dan dunia swasta yang saling menguntungkan untuk mendukung diversifikasi pangan nasional.

PT. MPS. Tbk.  Mengharapkan dari kerjasama dengan  Badan Litbang Pertanian akan diperoleh teknologi unggul  produksi Tepung Kasava Bimo dengan dukungan teknologi proses dan teknologi alat dan mesin yang optimal dalam mendukung produksi. PT. MPS Tbk sedang menyusun  draft waralaba untuk dapat mengembangkan bisnis produksi dan pemasaran tepung.Sumber BB Pascapanen

Sesba Meninjau Pabrik Tepung Kasava