Berita » Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Peneliti dan Angka Kreditnya

(hms/25 Jan 2010)

Dalam upaya meningkatkan pembinaan karier PNS yang menduduki jabatan fungsional Peneliti, LIPI dan BKN mengeluarkan Peraturan Bersama No. 412/D/2009 dan No. 12 Tahun 2009 tanggal 24 April 2009. Peraturan Bersama ini merupakan perubahan beberapa pasal pada Keputusan Bersama No. 3719/D/2004 dan No. 60 tahun 2004. Yang perlu mendapat perhatian para Peneliti Utama Badan Litbang Pertanian adalah pasal 21 ayat (3), dijelaskan bahwa Peneliti Utama yang telah mencapai angka kredit 1050, tetapi pendidikan S1 atau S2, tidak melakukan Orasi Ilmiah. Namun demikian Peneliti Utama yang berpendidikan S3, wajib melakukan Orasi Ilmiah.

Ada beberapa pasal pada Keputusan Bersama No. 3719/D/2004 dan No. 60 tahun 2004 yang perlu mendapatkan penyempurnaan, yaitu, antara lain Pasal 8, Pasal 9, Pasal 13, pasal 14, pasal 15, pasal 17, pasal 18 dan pasal 21. Dalam Pasal 8 terbagi dalam 10 ayat yang menjelaskan tentang penetapan angka kredit, kenaikan jabatan, dan kenaikan pangkat jabatan fungsional peneliti. Selanjutnya perubahan pada pasal 9 terbagi menjadi 3 ayat yang menjelaskan tentang kelebihan angka kredit. Khusus untuk pasal 13, 14, dan 15 membahas tentang pembebasan sementara dari jabatan fungsional, pemberhantian dari jabatan fungsional, dan hukuman disiplin terhadap pejabat fungsional peneliti.

Adapun pasal 17 mengatur tentang perpindahan antar jabatan, sebagai contoh pengangkatan PNS dari jabatan lain ke dalam jabatan peneliti harus mengikuti langkah-langkah yang diterangkan dalam pasal ini yang terdiri dari 4 ayat. Sedangkan pasal 18 mengatur tentang pembebasan sementara, dan pasal 21 mengatur tentang peneliti yang berhak mendapatkan gelar Profesor Riset.

Peraturan Bersama yang ditandatangani oleh Ketua LIPI dan Kepala BKN ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi para peneliti di lingkungan Badan Litbang Pertanian umumnya dan khususnya untuk para Peneliti Utama yang ingin mengajukan orasi ilmiah dalam upaya meraih gelar Profesor Riset.

 

 

Sumber : Bagian Kepegawaian Badan Litbang Pertanian
 

Berita Terkait :

Lampiran