Berita » Info Aktual » Apakah Mungkin Penelitian Pertanian “To be a World Class” ?

(adm/09 Okt 2009)
Sekretaris Badan Raker Terbatas

Rapat Kerja Terbatas lingkup Badan Litbang Pertanian tanggal 2 - 4 Oktober 2009 di Batu Malang, Jawa Timur.  Dr. Haryono, Sekretaris Badan Litbang Pertanian, menyatakan bahwa meskipun anggaran penelitian di bidang Pertanian masih terbatas (< 0,3 % dari PDB Pertanian), inovasi teknologi di bidang pertanian harus mampu menunjukkan lompatan besar “To be a World Class”. Hal ini sangat mungkin dilakukan mengingat, antara lain kita telah memiliki modal sumber daya penelitian yang berkualitas. Peningkatkan inovasi teknologi, dimulai dengan meningkatkan kualitas manajemen organisasi, mempertajam visi dan misi Badan Litbang Pertanian kearah produk hasil penelitian yang mampu bersaing di tingkat dunia, menetapkan perencanaan strategi dengan memobilisasi sumberdaya yang ada, menetapkan standar mutu manajemen di semua lini institusi. Demikian pula, modal Badan Litbang Pertanian lainnya yaitu learning experience yang panjang, yg diharapkan ke depan menjadi learning institution, dengan inovasi yang dinamis dan berdampak luas ke masyarakat, sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia, melalui hasil-hasil pertanian. Disampaikan juga bahwa prasyarat yang mutlak harus dipenuhi adalah ketegasan kepemimpinan pada setiap level manajemen dan adanya manajemen kepemimpinan yang istiqomah.

Ditambahkan oleh Dr. Haryono, beberapa langkah yang segera dilakukan (2009-2010) dalam menuju penelitian yang berkelas dunia, antara lain : penerapan ISO 9001:2008 yang telah diawali di Sekretariat Badan Litbang Pertanian dilaksanakan di seluruh Unit Kerja/UPT, akreditasi laboratorium di seluruh UK/UPT, 1 journal penelitian Internasional per peneliti / perekayasa per tahun, Website : English Version di semua UK/UPT, meningkatkan publikasi versi bahasa Inggris, logistik hasil penelitian yang bermuara pada produk-produk pertanian yang massive; serta melaksanakan Public Awareness antara lain : promosi, temu bisnis, kontrak kerjasama, meningkatkan kualitas materi-materi public awareness.