Berita » Komisi IV DPR Acungi Jempol Program Prima Tani di Bali

(adm/03 Jul 2007)

Anggota Komisi IV DPR menyampaikan apresiasinya atas kinerja Program Prima Tani di Bali. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja empat anggota Komisi IV DPR ke  lokasi Prima Tani di Kab. Buleleng, Bali pertengahan Juni 2007 lalu. Kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala Puslitbang Peternakan Dr. Abdullah A. Bamu’alim, Kepala BBP2TP Dr. Muhrizal Sarwani, dan Kepala Subbagian Program Sekretariat Badan Ir. Ketut Gede Mudiarta, M.S.

Ketika mengunjungi Desa Sanggalangit, Kec. Gerokgak, Kab. Buleleng, anggota dewan diterima di Balai Pertemuan Kelompok Tani Tunas Harapan Kita. Disini, Kepala BPTP Bali Ir. I.G.A.K. Sudaratmaja, MS memaparkan program Prima Tani di Bali. Kemudian dilanjutkan dengan pinjauan ke lapangan. Turut hadir dalam acara ini adalah Asisten II Setda Buleleng, Kepala Bappeda, Kepala Dinas lingkup Pertanian, Camat Gerokgak, Petugas Pertanian/PPL wilayah Kec. Gerokgak, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani Tunas Harapan Kita, serta manajer dan tim Prima Tani Desa Sanggalangit.

Di desa ini, tim Prima Tani mengintroduksikan teknologi embung, pengolahan limbah ternak untuk pupuk dan limbah tanaman untuk pakan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan prinsip swakelola disertai swadaya kelompok yang cukup besar. Introduksi teknologi ini ternyata mampu menggerakkan usahatani pedesaan secara nyata. Dengan Prima Tani, terjadi perubahan signifikan menyangkut perilaku masyarakat ke arah orientasi yang lebih produktif. Hal ini didukung data kuantitatif menyangkut pendapatan rumah tangga petani.

Selain mengunjungi Sanggalangit, anggota dewan juga meninjau Desa Pucaksari, Sepang Kaja dan Sepang Kelod. Saat bertemu dengan Kelompok Tani Werdhi Gopala Pucaksari, para anggota dewan mendapatkan penjelasan model Prima Tani pada agroekosistem perkebunan yang mengintegrasikan secara optimal potensi tanaman dengan ternak yang ada, dalam hal ini kopi/kakao dengan kambing.

Kelompok Tani Werdhi Gopala Pucaksari melakukan model integrasi ini dengan berbagai sentuhan inovasi yang berprinsip zero waste dan bermuara pada 4F, yaitu Food, Feed, Fertilizer, dan Fuel/Biogas. Memang model integrasi tanaman – ternak secara in-situ seperti ini sangat mendukung pertanian organik yang bebas bahan kimia/pestisida (anorganik). Mengingat potensi perkebunan yang sangat luas di Kecamatan Busungbiu, sekitar 4.300 ha, maka model Prima Tani semacam ini diharapkan tidak hanya diterapkan di satu desa namun diperluas mencakup satu wilayah kecamatan. Hal ini tentunya dengan pertimbangan potensi yang ada cepat dapat ditangani.

Di Desa Sepang Kaja, anggota dewan menyatakan dukungannya atas persiapan desa ini untuk lokasi kunjungan peserta seminar/pertemuan Hari Koperasi ke-50 yang akan berkunjung ke Kecamatan Busungbiu (Pucaksari dan Sepang Kaja) pada tanggal 11 Juli 2007 mendatang.

Para anggota dewan pun tak ketinggalan melakukan interaksi dengan petani di Desa Sepang Kelod. Di desa ini, para petani juga memanfaatkan kedatangan Kepala Puslitbang Peternakan dan Kepala BBP2TP untuk mendapatkan bantuan Pejantan Kambing Bur. Para petani tersebut sangat berminat untuk mengembangkannya setelah melihat contoh hasil persilangan Kambing Bur dengan Kambing PE.

Melalui pendekatan Prima Tani, para anggota dewan menjadi lebih yakin bahwa pembangunan pedesaan dapat dipacu melalui sentuhan inovasi dan kelembagaan. Dengan demikian, potensi pedesaan yang beragam dapat dioptimalkan.

 

Sumber berita : BPTP Bali
'