Berita » Kepala Badan Meninjau Pelaksanaan PRIMA TANI di Nusa Tenggara Timur

(hms/22 Mar 2007)

Sarana dan prasarana irigasi sebagai penunjang utama dalam usahatani sangat dibutuhkan oleh para petani setempat. Hal itu terungkap ketika Kepala Badan Litbang Pertanian berdiskusi dengan para petani di lokasi Prima Tani NTT belum lama ini. 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala BPTP NTT, Dr. Jacob Nulik menyampaikan bahwa program Prima Tani yang dilaksanakan di 5 kabupaten, yaitu Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Sikka mendapat sambutan dan tanggapan sangat positif dari pemerintah daerah dan petani. Pengembangan komoditas di lokasi ini, selain komoditas utama, juga diusahakan komoditas-komoditas lain yang diharapkan bisa menambah pendapatan petani. Pada kesempatan diskusi, Kepala Badan menjelaskan bahwa Badan Litbang Pertanian sampai tahun 2009 lebih berperan dalam program Prima Tani. Untuk selanjutnya diharapkan dapat diteruskan oleh pemerintah daerah dan petani setempat.

Sebagai rangkaian acara dalam kunjungan Kepala Badan ke propinsi NTT yang berlangsung awal bulan Maret lalu, juga dilaksanakan Rapat Kerja Tim Teknis Teknologi Pertanian Tingkat Propinsi bertempat di Bappeda Prop. NTT, Evaluasi Pelaksanaan Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) dan ramah tamah dengan staf BPTP NTT. Dari raker tim teknis yang dipimpin oleh Asisten II, mewakili Gubernur NTT, disepakati bahwa Pemerintah Daerah akan mendukung penyediaan dana melalui dinas-dinas terkait baik di tingkat propinsi maupun di tingkat kabupaten dalam pelaksanaan program Prima Tani.

Dalam Evaluasi Program P4MI yang dilaksanakan di Kabupaten Ende, Kepala Bappeda Kab. Ende menjelaskan bahwa pelaksanaan program P4MI pada tahun 2006 terdapat di 87 desa dari 156 desa yang ada dan 69 desa sisanya akan diselesaikan pada tahun 2007. Karena kondisi antar desa berbukit-bukit sehingga aksesibilitasnya rendah, maka sebagian besar kegiatan P4MI ditujukan untuk pembangunan jalan, usahatani/desa dan koservasi lahan (78,9%), saluran irigasi (11,3%) dan sisanya pelatihan teknologi pertanian dan pengolahan hasil untuk petani dan wanita tani (9,8%). Inovasi teknologi tersebut berupa integrasi ternak, pengolahan kelapa/pengeringan kopra, VCO, sirup dan pengolahan pangan lainnya yang dipandu oleh BPTP. Lebih lanjut Kepala Bappeda Kab. Ende menyampaikan keinginannya agar Kab. Ende dimasukkan dalam program Prima Tani di waktu yang akan datang.

Kepala Badan Litbang Saat Berdiskusi dengan Petani