Berita » Sektor Pertanian Harus Menghemat Air

(adm/25 Mar 2003)

Krisis air dunia saat ini sudah masuk pada tahap genting. Satu dari empat orang di dunia kekurangan air minum dan satu dari tiga orang tidak mendapat sarana sanitasi yang layak. Menjelang tahun 2025, sekitar 2,7 milyar orang atau sekitar sepertiga populasi dunia akan menghadapi kekurangan air dalam tingkat yang parah. Karena itu, harus ada upaya segera untuk menemukan solusi menghadapi hal ini.

Aksi penanganan masalah tersebut harus diprioritaskan pada empat hal, yaitu membangun etika baru soal air, menetapkan pendanaan, meningkatkan pengelolaan air untuk keamanan dan perdamaian dunia, serta memprioritaskan perhatian pada negara-negara berkembang. Demikian disampaikan Presiden World Water Council Dr. Mahmoud Abu Zied dalam sambutannya pada pembukaan Forum Ketiga Air Dunia di Kyoto, Jepang hari Minggu, 16-23 Maret 2003.

Forum Air Dunia yang dilaksanakan di tiga kota yaitu Kyoto, Shiga dan Osaka itu, akan menampilkan sekitar 3000 presentasi dari 160 topik tentang aksi yang telah dilakukan stakeholder untuk menghadapi krisis air. Pertemuan internasional ini dihadiri sekitar 5.740 peserta dan lebih dari 1.300 wartawan media cetak dan elektronik.

Pada kesempatan ini, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyatakan sudah waktunya sektor pertanian yang selama ini menggunakan air paling banyak mulai melakukan penghematan. Teknologi irigasi harus diperbarui dan investasi sarana pengairan harus ditingkatkan untuk mendukung produksi pangan yang hemat air sehingga krisis pangan di masa yang akan datang dapat dihindarkan.

Masalah air dan ketahanan pangan dibeberapa wilayah perlu segera dibahas. Jika ingin terhindar dari krisis pangan di masa depan, maka membutuhkan investasi dan teknologi baru dalam pengelolaan air. Satu dari lima negara berkembang akan mengalami kekurangan air pada tahun 2030. Padahal pada tahun itu kebutuhan air untuk pertanian akan meningkat 14 persen pada saat kebutuhan pangan meningkat 60 persen.

Bila tidak ada teknologi serta investasi baru, peningkatan kebutuhan air untuk pertanian tidak bisa dipenuhi, akibatnya peningkatan produksi pangan tidak bisa dilakukan. Sementara kompetisi kebutuhan air antara sektor pertanian dengan sektor lainnya akan makin bertambah. Saat ini sektor pertanian menggunakan air paling banyak yaitu 70 persen, sektor industri 20 persen, dan rumah tangga 10 persen.

Bila petani bisa menghemat penggunaan air satu persen, maka mereka telah menghemat 200.000 litar air bersih untuk tiap hektar per tahun. Jumlah air ini cukup untuk memberi air minum bagi lebih 150 orang.

Menanggapi laporan FAO tersebut menurut Direktur Pusat Studi Pembangunan IPB, Bayu Krisnamukti, di Indonesia sudah waktunya masyarakat dan pemerintah melihat kembali secara serius pemanfaatan air. Saat ini masyarakat masih beranggapan air tersedia secara mudah dan gratis.

Konsep Air Maya

Beberapa negara yang mengalami kelangkaan air saat ini mulai menerapkan konsep baru yang disebut “air maya” (Virtual Water) atau sejumlah air yang diperlukan untuk menghasilkan suatu barang konsumsi, dalam menyusun strategi produksi pertanian. Konsep tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut ke seluruh dunia karena tingginya tingkat pemanfaatan air di sektor pertanian.

Mengenai konsep ini diumpamakan, bila anda mengonsumsi satu kilogram gandum sebenarnya anda mempunyai andil dalam penggunaan seribu liter air yang diperlukan untuk menumbuhkan tanaman itu hingga panen. Begitu pula ketika anda mengonsumsi satu kilo daging sapi, berarti anda menggunakan pula 13.000 liter air yang diperlukan bagi peternakan sapi hingga menghasilkan daging tersebut.

Perbedaan yang jelas dalam penggunaan air dapat terlihat di beberapa benua. Di Asia, masyarakat menggunakan rata-rata 1.400 virtual water per harinya. Sementara di Eropa dan Amerika Utara, penduduknya mengonsumsi sekitar 4.000 virtual water per hari. Namun orang umumnya tidak menyadari telah menggunakan terlalu banyak air bagi kehidupan sehari-hari.

Keadaan saat ini menunjukkan bahwa hampir 20 persen air yang digunakan oleh sektor pertanian diperdagangkan ke negara lain dalam bentuk pangan dan produk lain yang dihasilkannya. Ini merupakan jumlah yang sangat besar karena lima triliun meter kubik air per tahun digunakan untuk pertanian dan di luar itu sebanyak satu triliun meter kubik air diperdagangkan antar negara. Negara-negara besar pengekspor murni virtual water adalah Amerika Serikat, Kanada, Thailand, Argentina, India, Vietnam, Perancis dan Brasilia. Sedangkan beberapa negara pengimpor murni virtual water adalah Srilangka, Jepang, Belanda, Korea Selatan, Cina, Spanyol, Mesir, Jerman dan Italia.

Secara tidak sadar banyak negara yang kekurangan air telah mengurangi masalah air mereka sehingga impor “air maya” telah memainkan peranannya. Karena itu disarankan untuk menerapkan konsep tersebut secara lebih sadar. Para pemerintah harus mulai berpikir bagaimana membagi keuntungan dari air, selain berbagi air. Forum Air Dunia akan membahas perbedaan antara keamanan pangan dan kedaulatan pangan, yaitu banyak negara dapat memperdagangkan virtual water untuk mencapai pasokan pangan yang mencukupi bagi masyarakatnya, tetapi banyak negara tidak ingin menjadi tergantung pada perdagangan global.