Berita » PRIMA TANI Mendapat Respon Positif di Berbagai Kabupaten

(hms/14 Okt 2006)

Untuk mempercepat penyampaian informasi dan penyebaran inovasi teknologi pertanian beserta umpan baliknya, sejak tahun 2005 Badan Litbang Pertanian melaksanakan PRIMA TANI   (Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian). Tahun 2007 Prima Tani akan dilaksanakan di 201 lokasi meliputi 200 kabupaten di 33 propinsi. Koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan Prima Tani. Di berbagai kabupaten, Prima Tani mendapat respon positif seperti yang terjadi di Lumajang, Jawa Timur dan di Bengkulu. 
 

Pemkab Lumajang Dukung Prima Tani

Prima Tani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur direspon positif oleh Pemkab Lumajang karena selaras dengan program Agropolitan Senduro – Pasrujambe (SEROJA) yang menjadi program prioritas Pemda kabupaten. Dukungan Pemkab Lumajang ditunjukkan dengan adanya pembangunan infrastruktur di wilayah Prima Tani, yaitu peningkatan kualitas jalan dari makadam menjadi aspal sepanjang kurang lebih 4 km. Selain itu juga dilakukan penambahan permodalan sebesar  Rp 50 juta pada kegiatan lembaga keuangan mikro (LKM) Prima Tani. Dukungan Pemkab Lumajang terhadap program Prima Tani tersebut merupakan indikasi awal keberhasilan program Prima Tani. Hal ini terungkap pada kunjungan kerja Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Achmad Suryana pada tanggal 11 September 2006 di lokasi Prima Tani lahan kering dataran tinggi (LKDT) iklim basah di Dusun Plambang, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang – Jawa Timur.

Kepala Badan memberikan apresiasi karena semua kegiatan dilakukan secara terintegrasi mulai dari kelompok tani, Gapoktan, instansi terkait dari Litbang, Dinas Pemkab serta pihak swasta. Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan meresmikan Klinik Agribisnis Prima Tani Kabupaten Lumajang.

Beberapa kegiatan Prima Tani di Kabupaten Lumajang yang telah dirintis sejak tahun 2005 adalah: (1) Teknologi pisang, meliputi teknik budidaya, teknik pembibitan dan teknik olahan,  (2) Teknologi ternak untuk membentuk kawasan pembibitan kambing PE dan produksi susu kambing, (3) Teknologi kopi,  berupa budidaya kopi ramah lingkungan serta pengenalan teknologi olah basah kopi untuk meningkatkan mutu hasil dengan menggunakan mesin olah kelas industri rumah tangga, (4) Teknologi manggis, berupa pembentukan kawasan sentra produksi manggis dengan penanaman bibit unggul sebanyak 1.500 bibit oleh masyarakat di kawasan Prima Tani, (4) Pembentukan lembaga keuangan mikro, dan (5) Pembentukan Gandok sebagai Klinik Agribisnis yang berfungsi sebagai pusat layanan berbagai kegiatan pertanian dan ke depan sebagai tempat transaksi bisnis bidang pertanian. Pembangunan Gandok ukuran 8,5 x 9 m dengan luas tanah sekitar 180 m2 ini dilaksanakan atas swadaya masyarakat dengan dukungan Pemkab Lumajang dan BPTP Jawa Timur.


BPTP Bengkulu Sukses Galang Kerjasama dengan Stakeholder

Di Bengkulu, Prima Tani dilaksanakan di agroekosistem lahan kering dataran rendah iklim basah, yang berlokasi di desa Talang Benuang, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma. Prima Tani Bengkulu mendapat dukungan dari pemerintah propinsi, kabupaten maupun pihak swasta. Dukungan tersebut berkat upaya terus menerus BPTP Bengkulu dalam menggalang kerjasama dengan berbagai pihak. Hasilnya, kinerja kegiatan Prima Tani dinilai positif, terungkap dari hasil evaluasi tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Deptan yang melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu pada tanggal 4-6 September 2006. Menurut Dr. Ali Wibowo, tim pakar dari Itjen, keberhasilan Prima Tani di Bengkulu diindikasikan oleh adanya transfer teknologi dari BPTP Bengkulu yang disambut baik oleh petani. Pendampingan teknologi oleh BPTP juga menunjukkan hasil yang menggembirakan, sebagai contoh, dalam pengembangan Susu Koica. Demikian pula pola integrasi sangat berkembang dengan baik.

Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Deptan Prof. Dr. Zaenal Bachrudin, MSc. tersebut dilakukan untuk melihat relevansi litbang dengan program pengembangan pertanian dan keberlanjutan Prima Tani, sekaligus membahas rancang bangun primatani. Hadir dalam pertemuan tersebut stakeholder yang terlibat dalam kegiatan Prima Tani, antara lain Universitas Bengkulu, Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, Pemerintah Kabupaten, PT. Bayer, PT. Agricon, PT. Tanindo, dan PT. Primasid.  Para stakeholder memberikan komitmen dan dukungan untuk Prima Tani Bengkulu, dalam bentuk penyediaan bibit, demplot maupun pelatihan dan pemasaran. Umumnya dari pihak swasta siap menyediakan demplot dan bibit. 

Tim Itjen sangat terkesan saat melihat secara langsung kegiatan Prima Tani berupa pengolahan kompos, aplikasi kompos pada kebun kelapa sawit, pemanfaatan solid (limbah pabrik sawit) untuk pakan sapi, dan  Saung Prima Tani yang dibuat atas partisipasi masyarakat.

 

 

Diolah dari Laporan Khusus BPTP Bengkulu dan Situs Web PRIMA TANI (http://primatani.litbang.deptan.go.id)