Berita » Mentan Buka Seminar Multifungsi dan Revitalisasi Pertanian

(hms/27 Jun 2006)

"Selama ini sektor pertanian dianggap hanya sebagai penghasil pangan dan sandang dengan nilai ekonomi tertentu", demikian ungkap Mentan pada acara pembukaan Seminar Multifungsi dan Revitalisai Pertanian di Lido, Bogor tanggal 27 Juni 2006. Padahal pertanian mempunyai berbagai (multi) fungsi lainnya, yang belum banyak dipahami atau masih diabaikan oleh sebagian besar masyarakat. Berbagai fungsi tersebut antara lain seperti fungsi lingkungan, fungsi sosial budaya, fungsi ekonomi, fungsi agrowisata, fungsi penyedia lapangan kerja serta fungsi ketahanan pangan.

Seminar yang berlangsung hingga 28 Juni 2006 tersebut bertujuan untuk mendiskusikan berbagai pemikiran dari para pemangku kebijakan, pemerhati dan pakar disamping mendiseminasikan hasil penelitian dan gagasan mengenai aspek multifungsi pertanian dalam rangka mewujudkan lahan pertanian abadi, melalui pembahasan 15 makalah yang disajikan oleh lima orang pembicara luar negeri, satu dari lembaga riset internasional (ICRAF ) dan sembilan orang pembicara dari dalam negeri.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Achmad Suryana , dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui Seminar yang bertemakan "Apresiasi Multifungsi Pertanian untuk Mengendalikan Konversi Lahan Guna Mewujudkan Lahan Pertanian Abadi" ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman makna pertanian secara menyeluruh tentang multifungsi pertanian dalam rangka menggalang pemikiran guna mengendalikan konversi lahan, demi terwujudnya lahan pertanian abadi. Hal ini sejalan dengan harapan Mentan,  agar seminar ini menghasilkan Pertama : pemahaman yang komprehensif  di kalangan pemangku kebijakan, pengembang, akademisi, LSM dan wakil petani tentang hakikat dari pertanian yang secara utuh, dan Kedua : rumusan berupa saran kebijakan tentang bagaimana mempertahankan dan meningkatkan apresiasi terhadap nilai multifungsi pertanian, termasuk bentuk dan mekanisme pemberian insentif bagi petani sehingga sektor pertanian menjadi sektor yang lebih atraktif dalam kaitannya dengan upaya pengendalian konversi lahan.

 

Fungsi lahan sawah tidak hanya untuk menanam padi saja, namun terdapat fungsi sosbud