Berita » Arah Kebijakan Pemerintah Pusat dalam Program Penanggulangan Wabah AI di Indonesia

(adm/06 Okt 2005)
Flu Burung menjadi masalah yang memprihatinkan. Selain itu disinyalir beritanya pasien-pasien yang tertular dan sudah beberapa korban dari virus Flu Burung tersebut. Informasi WHO, hal ini pernah terjadi di Spanyol 1918, yang menewaskan banyak orang.

Flu Burung adalah influenza pada unggas yang disebabkan oleh virus Avian Influenza (AI) dari famili Orthomy xoviridae. Penyakit unggas di Indonesia terdiri dari virus sebanyak 12 jenis diantaranya AI, bakteri 3 jenis, dan parasit 1 jenis. Virus AI dibagi kedalam sub type berdasarkan permukaan Haengglusimin (HA) dan Neoraminedae (NA) ada 15 sub type II A dan 9 jenis NA. Arah kebijakan pemerintah pusat dalam program penanggulangan wabah AI di Indonesia, adalah:

Prinsip pengendalian penyakit hewan menular oleh pemerintah pusat: a). Fokus pada wabah antar propinsi, regional atau batas negara yang memiliki dampak ekonomi dan zoonosis (menular ke manusia); b). 11 Penyakit strategis di Indonesia SK Dirjen No. 13/1998 dan sedang dilakukan perbaikan menjadi 13 penyakit.

Prinsip pengendalian penyakit hewan menular oleh pemerintah pusat sebagai langkah lanjutan: a). Penyakit endemik dan sporadik antar kabupaten/kota tanggungjawab pemerintah propinsi; b). Penyakit hewan yang bersifat individu menjadi taggungjawab peternak; c). Penyakit epidemik dan sporadik dalam satu kabupaten/kota menjadi tanggungawab pemerintah kabupaten/kota; d). Prioritas nasional pemberantasan penyakit unggas adalah Avian influenza (SK Dirjen No. 17 tahun 2004)

Sembilan strategi pengendalian AI : 1). Peningkatan biosekuriti; 2). Vaksinasii daerah tertular dan tersangka; 3). Depopulasi terbatas dan kompensasi; 4). Pengendalian lalu-lintas unggas dan produknya; 5). Surveilans dan penelusuran kembali; 6). Pengisian kandang kembali; 7). Stamping out di daerah tertular baru; 8).Public awareness; 9). Monitoring and evaluasi.

Penyebaran virus AI semakin melebar ke berbagai spesies unggas di luar ayam. Spesies Unggas yang Positif HPAI H5NI di Indonesia menurut hasil Surveilans adalah Ayam petelur, Ayam pedaging, Ayam kampung, Itik, Entok, Angsa, Kalkun, Burung unta, Burung puyuh, Burung merpati, Burung merak putih, Burung perkutut. Diperlukan kewaspadaan pada ayam buras dan burung puyuh. Hal ini mengingat perkembangan kasus pada bulan Januari April 2005 dilaporkan meningkat secara sporadis dan lebih banyak menyerang ayam buras dan burung puyuh di beberapa daerah tertular di P. Jawa, Sumatera Utara, dan Kaltimantan Timur.

Evaluasi program vaksinasi AI dilakukan, melalui 1).Rasional Vaksinasi: Vaksinasi menurunkan kepekaan terhadap infeksi dan mengurangi pengeluaran virus dari tubuh unggas (baik dalam waktu dan jumlah), sehingga merupakan alat yang tepat untuk menurunkan insidens kasus baru dan sirkulasi virus di lingkungan; 2). Syarat Suksesnya Program Vaksinasi: Vaksinasi harus dianggap sebagai alat untuk memaksimalkan tindakan biosekriti dan bisa dikombinasikan dengan surveilans untuk mendeteksi secara cepat setiap perubahan dari antigenik virus yang bersirkulasi.

Pada pengendalian ke pemberantasan, tahap pertama menurunkan tingkat infeksi, tahap kedua membuktikan virus tidak bersirkulasi di lingkungan. Rencana Strategi Umum Pengendalian AI 2005 2007 adalah: a). Penguatan regulasi dan institusi; b). Peningkatan kerjasama dan koordinasi (internasional, pusat dan daerah); c). Keterlibatan peran serta swasta; d). Pengendalian penyakit dan reaksi cepat; e). Research and development; f). Capasity building (organisasi dan sdm); g). Zoning dan kompartementalisasi; h). Restrukturisasi sistem perunggasan.

Target 2005 2007 dalam penanganan penyakit Flu Burung AI adalah: a). Mempertahankan daerah bebas; b). Tidak adanya kasus AI di sektor 1 dan 2 di daerah endemik; c). Mencegah kasus di sektor 3 dan 4 di daerah endemik; d). Mencegah peyebaran/kasus pada hewan rentan AI lainnya; e). Tidak adanya penyebaran AI kepada manusia.