Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Primatani) adalah suatu model atau konsep baru diseminasi teknologi yang dipandang dapat mempercepat penyampaian informasi dan bahan dasar inovasi baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Primatani diharapkan dapat berfungsi sebagai jembatan penghubung langsung antara Badan Litbang Pertanian sebagai penghasil inovasi dengan lembaga penyampaian maupun pelaku agribisnis pengguna inovasi.
Pada prinsipnya, Primatani ini dirancang berfungsi ganda, yaitu sebagai modus diseminasi dan sekaligus sebagai laboratorium lapang penelitian dan pengembangan Badan Litbang Pertanian.Untuk tahun 2005, Primatani mulai dilaksanakan di 14 propinsi (Jabar, Bali, Kalsel, Sumut, Lampung, Jateng, NTB, Sumbar, Sulteng, Kalbar, Sumsel, NTT, Jatim, Sulsel). Sebagai langkah awal kegiatan primatani adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Dalam rangka penyampaian hasil kegiatan PRA dan penyusunan rancang bangun Laboratorium Agribisnis sebagai cikal-bakal suatu desa/wilayah agribisnis industrial pedesaan telah diselenggarakan sosialisasi dan workshop di Denpasar pada tanggal 19-22 Juli 2005. Kegiatan PRA yang menghasilkan data dan informasi bio-fisik desa, sosial-ekonomi dan budaya masyarakat, maupun preferensi petani dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam penyusunan dan implementasi Prima Tani.
Sosialisasi dan workshop Primatani dihadiri dan dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian dan dilanjutkan dengan pengarahan. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 120 orang berasal dari berbagai instansi lingkup Badan Litbang Pertanian, Dinas Pertanian, peneliti dan undangan lainnya. Acara selanjutnya meliputi kunjungan lapang ke lokasi Prima Tani di Kabupaten Buleleng dan Singaraja, presentasi hasil kegiatan PRA dan diskusi dari masing-masing BPTP pelaksana Prima Tani, penjelasan base line survey, dan diskusi umum.
Dari diskusi yang cukup hangat, hasil sosialisasi dan workshop dikelompokkan dalam 4 hal, meliputi: Masalah pengembangan agribisnis; Rancang Bangun Laboratorium Agribisnis; Tahapan pengembangan agribisnis; dan lain-lain. Hasil diskusi menunjukkan bahwa beberapa hal perlu disempurnakan agar dalam pelaksanaan di lapangan tidak menemui kendala, terutama persamaan persepsi dalam pelaksanaan kegiatan Primatani, misalnya dihindari pemberian bantuan yang tidak mendidik dan menimbulkan ketergantungan. Pemberian kepada petani hanya yang bersifat insentif.