Berita » Budidaya Bawang Merah dan Cabai Merah Off Season

(adm/16 Jul 2013)

Keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan ketahanan pangan merupakan persoalan yang terkait erat satu sama lainnya. Keanekaragaman hayati dan perubahan iklim adalah dua hal yang jika tidak ditangani secara terintegrasi akan berpengaruh terhadap keamanan pangan dunia. Indonesia sudah mulai mencoba mencari solusi terhadap tiga isu tersebut, yakni dengan penerapan inovasi teknologi. Menghadapi perubahan iklim yang tidak menentu Indonesia menggunakan teknologi tanam, dengan menggunakan pupuk berimbang, pengembangan varietas yang adaptif, dan kalender tanam.

Usahatani sayuran khususnya bawang merah dan cabai merah memiliki resiko tinggi dan kendala yang dihadapi dalam budidaya, seperti serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang dapat menggagalkan panen. Produktivitas tanaman yang rendah dan serangan hama/penyakit umumnya makin meningkat pada pertanaman di luar musim atau waktu off-season, yaitu mulai bulan Desember sampai bulan April dalam kondisi iklim normal. Keberhasilan usahatani bawang merah dan cabai merah di musim hujan, ditentukan oleh kemampuan budidaya khususnya dalam mengatasi masalah hama/penyakit tanaman, pemilihan varietas, pengolahan lahan yang tepat dan pemupukan tanaman yang efisien.

Pengenalan sifat bawang merah dan cabai dari suatu varietas, khususnya kepekaan terhadap hama dan/atau penyakit, memudahkan dalam pemilihan varietas yang akan ditanam. Varietas bawang merah yang adaptif di musim hujan, yaitu  Sembrani dan Trisula, sedangkan varietas cabai merah yang mampu beradaptasi dimusim hujan adalah Kencana dengan keunggulan masing-masing sebagai berikut:

  1. Bawang merah Sembrani, umur panen normal di dataran rendah 54-56 hari dan di dataran tinggi 68-75 hari, potensi hasil 9,0-24,0 t/ha dengan keunggulan tahan simpan sampai 4 bulan.
  2. Bawang merah Trisula, umur panen normal 55 hari, potensi hasil 6,50-23,21 t/ha dengan keunggulan tahan simpan samapi 5 bulan.
  3. Cabai merah Kencana, umur panen 95-98 hari setelah tanam, potensi hasil 18-19 t/ha, dan beradaptasi baik pada dataran rendah sampai dengan tinggi

Sumber : Puslitbanghorti