Berita » Kedelai Dering 1, Dirakit untuk Lahan Kering
Umumnya para petani menanam kedelai pada Musim Kemarau I maupun Musim Kemarau II sehingga seringkali menghadapi resiko gagal panen karena faktor kekeringan. Perubahan iklim seperti saat ini turut meningkatkan intensitas kekeringan yang ekstrim. Varietas Dering 1 merupakan varietas baru yang dirancang khusus untuk ditanam di lahan kering.
Varietas Dering 1 berasal dari galur DV/2984-330 hasil persilangan antara varietas unggul lama Davros dengan MLG 2984 (genotipe toleran kekeringan). Seleksi toleransi kekeringan dilakukan pada generasi F4 – F5 hingga uji daya hasil pendahuluan (UDHP) pada MK II 2007 dan uji daya hasil lanjutan (UDHL) pada MK II 2008 di Kebun Percobaan (KP) Muneng dan KP Jambegede. Galur kedelai ditanam pada lingkungan yang tercekam kekeringan selama fase reproduktif, berarti pengairan hanya dilakukan antara saat tanam sampai 50% berbunga.
Uji adaptasi telah dilakukan di delapan sentra produksi kedelai di Indonesia; dan pada setiap lokasi dilakukan penanaman dua kali yaitu di empat daerah di Provinsi Jawa Timur (Mojokerto, Banyuwangi, Pasuruan, dan Jombang), dua daerah di Provinsi DI Yogyakarta (Bantul dan Sleman) dan dua daerah di Provinsi NTB (Mataram dan Lombok Barat) pada MK 1 dan MK 2. Di setiap lokasi, kondisi kekeringan diberikan selama fase reproduktif.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata hasil biji masing-masing galur dari 16 lokasi pengujian berkisar antara 1,38 – 1,95 t/ha. Galur DV/2984-330 memberikan hasil biji tertinggi (1,95 t/ha), lebih tinggi 14% dibandingkan varietas Tidar (1,71 t/ha) dan lebih tinggi 16% dibandingkan varietas Wilis (1,68 t/ha). Galur DV/2984-330 memberikan hasil tertinggi di sembilan lokasi dari 16 lokasi, rangking dua di tiga lokasi dan rangking tiga di empat lokasi.
Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian
