Berita » Wamentan: Rawa itu Anugerah, Bukan Musibah

(hms/30 Jan 2012)

BANJARBARU - Badan Litbang Pertanian dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (Badan PPSDMP), Minggu (29/01/2012) di Banjarbaru, mengadakan acara Padu Padan Pengembangan Pertanian Lahan Rawa.

Kegiatan tersebut, seperti yang dituturkan Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono, untuk media komunikasi dan diseminasi yang efektif dari dan antar pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan lahan rawa sebagai lumbung pangan khususnya dan pembangunan pertanian pada umumnya. 

Menurut Kepala Badan Litbang, lahan irigasi yang selama ini menjadi pemasok pangan utama (terutama di Jawa) banyak beralih fungsi dan produktivitasnya telah mengalami pelandaian. "Oleh karena itu Padu Padan Penelitian Penyuluhan Pertanian Lahan Rawa menjadi sangat penting dilaksanakan," ujarnya.

Lebih jauh, Kepala Badan Litbang mengatakan bahwa potensi lahan rawa yang telah dibuka dan direklamasi, sesuai hasil analisis, dapat dioptimalkan pengelolaannya secara terpadu sehingga dapat meningkatkan produksi padi secara signifikan. Sejak beberapa tahun terakhir, berbagai produk juga telah dihasilkan antara lain Varietas unggul baru spesifik lahan rawa seperti INPARA 3, 5 dan 7 yang mampu memberikan hasil padi 5 -7 ton GKG, pembenah tanah rawa seperti BIOTARA, BIOSURE, ORGANOWA, PUGAM. Hasil-hasil penelitian tersebut penting untuk diaplikasikan dalam skala luas ke lokasi atau wilayah lainnya.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan yang turut hardir dalam acara tersebut, mengatakan agar para peneliti dapat menggiatkan pemanfaatan lahan rawa. "Tinggalkan baju peneliti, baju penyuluh, baju pengamat OPT. Semua harus bersatu padu dengan tujuan akhirnya untuk mensejahterakan petani khususnya di lahan rawa ini," ujarnya. 

"Teknologi sudah ada, varietas unggul sudah tersedia. Sikapilah bahwa rawa itu adalah sebuah anugrah bukan musibah," tegasnya. 

Acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Bupati Barito Kuala, Walikota Banjarbaru, Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, para peneliti, penyuluh serta Bakorluh di Kalimantan Selatan.