Berita » Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari

(adm/16 Jan 2012)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi upaya pengembangan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) seperti dilakukan masyarakat Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan berharap upaya tersebut dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan warga saat harga di pasaran melonjak. Untuk itu, ragam tanaman pun diprioritaskan pada jenis yang sehari-hari dibutuhkan. Ini termasuk buah-buahan yang banyak dikonsumsi masyarakat. "Kalau itu sudah berkembang silakan ditambahkan dengan yang lain," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat bertatap muka dengan masyarakat di lokasi KRPL, Desa Kayen, Kecamatan Pacitan, Jumat (13/1/2012).

Presiden menghimbau masyarakat Indonesia membangun Rumah Pangan Lestari, baik di tingkat keluarga, ditingkat desa, ditingkat kecamatan, dan kota, sehingga kebutuhan pangan sehari-hari dapat tercukupi.  Dengan memiliki rumah pangan, maka warga tidak perlu panik apabila harga di pasaran tidak stabil.

Selain pengembangan tanaman pangan di sekitar halaman rumah, juga memungkinkan pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya ikan air tawar dengan skala kecil. Secara eksplisit Presiden telah mengisyaratkan bahwa model peningkatan ketahanan pangan melalui pengembangan KRPL seperti telah diterapkan di sejumlah desa di Kabupaten Pacitan, bisa dikembangkan pola di daerah-daerah lain se-Indonesia. "Kementerian Pertanian silakan diberikan penjelasan, bimbingan, penyuluhan dan bantuan anggaran. Demikian pula Gubernur dan Bupati, mari kita bangun ketahanan pangan di semua kelurahan dan desa di negeri kita," kata Presiden menandaskan. Kedatangan Presiden SBY bersama ibu negara Ani Yudhoyono ke Desa Kayen untuk meninjau KRPL merupakan rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Pacitan.

Meski hanya sekilas singgah di salah satu desa pinggiran di Kota Pacitan tersebut, Presiden menilai model KRPL Plus yang telah dikembangkan di Desa Kayen cukup berhasil. Dalam Kunjungan tersebut Presiden didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Putranya Edie Baskoro, Gubernur Jawa Timur, Bupati Pacitan, Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri BUMN, Menteri Pemuda dan Olah Raga, dan pejabat Negara lainnya

Sebagai kilas balik pengembangan KRPL Pacitan sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden selalu mengingatkan kepada kita untuk berupaya meningkatkan ketahanan pangan. Di antaranya pada Konferensi Dewan Ketahanan Pangan di Jakarta bulan Mei 2010, Pencanangan Gerakan Nasional Penanganan Anomali Iklim oleh Petani dan Nelayan Indonesia di Sidoarjo Jawa Timur, Januari 2011 dan saat Penganugerahan Penghargaan Ketahanan Pangan bulan Desember 2011, secara terus menerus Presiden mengajak untuk menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan nasional agar dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.

Melalui beberapa kajian, Kementerian Pertanian telah menginisiasi penerapan rumah pekarangan pangan yang kemudian melahirkan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Kayen, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan sejak bulan Februari 2011, yang kemudian menjadi awal pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di berbagai lokasi seperti Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Malang, Karawang, Kota Malang, Kota Padang, Kota Bengkulu, dan pada tahun 2012 diterapkan di seluruh provinsi. Pengembangan KRPL lebih lanjut bersinergi dengan berbagai program seperti Gerakan Perempuan Optimalisasi Pekarangan (GPOP), Desa Mandiri Pangan, Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP), Pasar Tani, program Rumah Hijau dan Rumah Sehat serta program lainnya yang berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemanfaatan lahan pekarangan selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga sendiri, juga berpeluang meningkatkan penghasilan rumah tangga, apabila dirancang dan direncanakan dengan baik. Pemanfaatan pekarangan tersebut juga dirancang untuk meningkatkan konsumsi aneka ragam sumber pangan lokal dengan prinsip gizi seimbang yang diharapkan berdampak menurunkan konsumsi beras. Melalui penanaman dan pengelolaan sumber pangan lokal tersebut, maka petani dan masyarakat telah melakukan pelestarian sumber daya genetik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan generasi mendatang.

Bila gerakan pengembangan KRPL dapat dilakukan dengan baik diharapkan bisa mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional yang semakin tangguh. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, yang telah mengembangkan KRPL dalam bentuk pertanian perkotaan di berbagai lokasi.

Sumber : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

“Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari”