Berita » Kedelai di Hutan Jati

(adm/30 Nop 2011)

Badan Litbang Pertanian terus memperkuat dukungannya terhadap keberhasilan Empat Sukses Kementerian Pertanian.  Tidak hanya padi dan jagung, juga komoditas kedelai.  Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, memberikan arahan, untuk terus mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan dan mengoptimalkannya untuk produksi kedelai.

Salah satu terobosannya adalah pemanfaatan ruang diantara pohon jati. Di Jawa Timur saja, yang luas daratannya mencapai 4,642 juta hektar; memiliki hutan seluas 1,361 hektar (28 persen dari total wilayah daratan Jawa Timur), terdiri dari 217,05 hektar hutan konversi dan 1,144 juta hektar hutan yang dikelola Perhutani. Hutan lindung di Jawa Timur yang dikelola Perhutani hanya 315,505 hektar, sedangkan hutan produksinya 828,889 hektar.  Proyeksi pengembangan tanaman kedelai melalui program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi) di Jawa Timur mencapai 50.000 ha. 

Inovasi teknologi budidaya kedelai di kawasan hutan jati telah diramu oleh Badan Litbang Pertanian.  Aplikasinya telah digelar pada skala 3 ha di hutan jati di Ngawi Februari – Mei 2011, dan dilanjutkan dengan acara temu lapang 9 Mei 2011.  Varietas kedelai ternyata mampu berproduksi hingga 2.30 t/ha. Inovasi budidaya tersebut menjawab keraguan selama ini, dan ternyata  lahan hutan dapat berkonstribusi pada produksi kedelai nasional.

Sukses tersebut, langkah Badan Litbang Pertanian, mengembangkannya pada skala yang lebih luas (8.5 ha) dan penanaman dilakukan pada akhir Oktober 2011.  Lokasinya berada diwilayah  LMDH  Wono Rukun Lestari, petak 57 f dan 58 b, RPH : Sidolaju, BKPH : Kedunggalar, KPH Ngawi. Wilayah ini terletak di desa Sidolaju, Kecamatan Kedunggalar, kabupaten Ngawi. Pada kawasan tersebut merupakan tanaman jati tahun 2010. Tingkat naungan di areal tanaman jati sekitar 25 % dengan tinggi tanaman 2-3 m dan jarak tanam jati 3 m x 4 m. Keragaan tanaman kedelai cukup menjanjikan.  Wah, kedelainya berhasil pak, urai Pak Cipto, salah satu petani kooperator pada saat kunjungan peneliti Badan Litbang Pertanian, 26 November 2011. Memang, lima varietas kedelai yang digelar di kawasan hutan jati, mampu tumbuh optimal. Panen direncanakan pada pertengahan Januari 2012. Semoga petani LMDH dapat menikmatinya pada saat panen nanti. Amin.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi).

Kedelai di Hutan Jati