Inovasi Teknologi

Prabu Bestari

Prabu Bestari Varietas jenis ini memiliki karakter rasa manis dengan kapasitas produksi 5-15 ton/ha. Umur panen 120 hari setelah pangkas produksi. dan daya simpan 7-14 hari.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. I Wayan Laba, M.Sc.

Prof. (Riset). Dr. Ir. I Wayan Laba, M.Sc. I Wayan Laba dilahirkan di Karangasem, Bali, pada tanggal 24 Februari 1953. Ia memperoleh gelar Sarjana Muda Pertanian (1978) dari Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padajajaran Bandung; Sarjana Pertanian (Ir. 1980) dari Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padajajaran Bandung; Master of Science (M.Sc. 1991) dalam bidang Entomologi dari University of The Philippines, Los Banos dan pada tahun 2005 diperoleh gelar Doktor dalam bidang Entomologi dari Institut Pertanian Bogor.

I Wayan Laba sebagai Peneliti Utama dalam bidang Hama Tanaman Pangan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Gelar Profesor Riset diperoleh pada tanggal 01 April 2009 dengan judul orasi Analisis Empirirs Penggunaan Insektisida Menuju Pertanian Berkelanjutan. Ia merupakan Professor Riset ke-57 di Badan Litbang Pertanian dan ke-258 di tingkat Nasional.

Sebagai peneliti telah menghasilkan 130 buah karya tulis ilmiah yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, makalah dalam majalah, dan prosiding yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan 14 di antaranya dalam Bahasa Inggris.

Kegiatan lain disamping peneliti adalah sebagai tenaga pengajar pada Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan Pembimbing skripsi (S1) pada Universitas Lampung, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Pakuan Bogor, dan Universitas Sriwijaya Palembang.

Dalam organisasi profesi ia juga aktif sebagai Anggota Perhimpunan Entomologi Indonesia dan Anggota Perhimpunan Proteksi Tanaman Indonesia.

I Wayan Laba, Puslitbangbun, Jl. Tentara Pelajar No. I Bogor 16111, Telp. 0251-8316805, Faksimile : 0251-8336194, Email wayan_laba@yahoo.com

Berita

  • Waspadai Hama Pengisap Polong Pada Tanaman Kedelai Di Musim Kemarau

    28 Agu

    Pengaruh kenaikan suhu pada musim kemarau berdampak terhadap perkembangan dan pertumbuhan serangga hama. Pada kondisi lingkungan suhu optimum, kecepatan proses metabolisme serangga akan meningkat berbanding lurus dengan kenaikan suhu lingkungan. (berita lengkap)

  • Asyiknya Belajar dan Mengenal Ilmu Teknologi Pertanian

    28 Agu

    Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menerima kunjungan siswa-siswi kelas 6 dari SDN Pengadilan 5 Kota Bogor yang berjumlah 120 murid (27/8). Siswa-siswa, dengan diantar guru mereka terlihat antusias dan ingin segera mengikuti kegiatan di PUSTAKA. Kegiatan kunjungan ini menjadi alternatif siswa untuk belajar di luar sekolah. (berita lengkap)

  • Mesin Pemeras Tebu, Mengatasi Rendahnya Rendemen Pengolahan Nira Tebu

    27 Agu

    Mesin Pemeras Tebu (Sugar Cane Machine) Prototipe Mesin Pemeras Tebu berfungsi mengatasi permasalahan rendahnya rendemen pengolahan cairan hasil ekstraksi dari batang tamanan tebu (nira tebu). Komponen utama mesin pemeras ini terdiri dari satu unit pemerasan yang terdiri dari tiga roll antara lain satu rol depan untuk mengumpan, satu rol atas untuk menekan dan satu rol belakang untuk membawa dan memeras batang tebu. Komponen lainnya yakni gigi reduksi (reduction gear) dan tenaga penggerak (engine). (berita lengkap)

  • Jeruk Keprok Batu 55 Menggoda Para Pengunjug Wisata Petik Jeruk

    26 Agu

    Jeruk Keprok Batu 55 Decak kagum terlihat dari ekspresi para pengunjung wisata petik jeruk yang digelar di Tlekung, Batu, Jatim. Jeruk Keprok Batu 55 memang menjadi primadona Kebun Percobaan Tlekung milik Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Wisata petik jeruk menjadi acara favorit pengunjung open house Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Balitbangtan pada pertengahan bulan Agustus 2014. (berita lengkap)

  • Penggunaan Benih Jagung Hibrida Regenerasi pada Usahatani Jagung

    25 Agu

    pertanaman jagung Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penggunaan benih hibrida turunan atau recycled hybrid masih menjadi pilihan petani khususnya pada pertanaman musim tanam kedua. Alasannya pun sederhana, harga benih hibrida mahal dan resiko gagal panen yang disebabkan kekurangan air pada pertanaman di musim kemarau. (berita lengkap)

  • Pemerah Susu Compatible dengan Cooling Unit

    22 Agu

    Pemerah Susu Konsumsi susu ditingkat nasional dinilai masih rendah. Kondisi tersebut dapat juga dipengaruhi oleh kualitas yang rendah dari susu sapi. Rendahnya kualitas susu sapi (dengan cemaran bakteri rata-rata 106 CFU/ml susu) di Indonesia disebabkan oleh kinerja pemerahan yang tidak memenuhi standard prosedur pemerahan serta belum digunakannya alat perah oleh peternak kecil, disamping belum adanya alat penyimpanan suhu rendah yang mengakibatkan berkembangnya bakteri yang mencemari susu yang berdampak memperburuk kualitas susu. (berita lengkap)

Berita lainnya »