Inovasi Teknologi

Mega Murapi

Mega Murapi Dapat Berbuah terus menerus dan cocok untuk ditanam didaerah dengan ketinggian 200 - 1000 m di atas permukaan laut

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati

Prof. (Riset). Dr. Ir. Elna Karmawati Elna Karmawati, wanita, lahir di Bogor, Jawa Barat pada pada tanggal 5 September 1955, sebagai anak pertama dari pasangan Bapak Moh. Karmawan (Alm.) dengan Ibu Hj. Siti Rahayu Sumarni. Ia dibesarkan di Bogor dan seluruh pendidikan formal dijalaninya dikota tersebut. Pada Tahun 1981 menikah dengan Ir. Ade Rusamsi dan dikaruniai dua orang anak yaitu Ginanjar Karmajaya (1982) dan Gina Kusumaramdani (1990). Peneliti Utama ini sekarang bekerja di Puslitbang Perkebunan.

Ia menyelesaikan pendidikan SD, SMP, SMA di Bogor. Gelar Sarjana Pertanian (S1) di Bidang Statistika Terapan diperolehnya pada tahun 1978 dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Gelar Magister Sains (S2) di bidang yang sama diperoleh pada tahun 1981. Pada tahun 1988, Doktor Entomology (S3) Bidang Ekologi Kuantitatif diperoleh pada Institut Pertanian Bogor . Karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil dimulai pada tahun 1979 di Lembaga Penelitian Tanaman Industri sebagai staf Bagian Pengembangan dan mulai tahun 1981 sampai dengan 1990 memegang posisi sebagai Kepala Sub Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. Tahun 1990-1994 sebagai Kepala Sub Bidang Adaptasi Hasil Penelitian pada Puslitbang Tanaman Industri, kemudian pada tahun 1994 sampai 2004 menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Penelitian pada Puslitbang Tanaman Industri (1994 – 2000) dan Puslitbang Perkebunan (2001 – 2004). Sebagai anggota tim P2JP Nasional dijalaninya pada tahun 2004 dan 2005. Mulai tahun 2006, penulis ditugaskan sebagai Ketua Kelompok Peneliti, Puslitbang Perkebunan.

Karir sebagai peneliti dimulai pada tahun 1988 sebagai Ajun Peneliti Muda Bidang Hama dan Statistik Terapan dan jabatan Ahli Peneliti Utama di perolehnya sepuluh tahun kemudian (1998). Selama bertugas sebagai peneliti, yang bersangkutan pernah menjalani pelatihan di luar negeri yaitu International Course for Plants Protection di Netherlands (1987), International Course for Development Oriented Research of Agriculture di Netherlands dan Tanzania (1991), International Course for Research Publication di Australia (1993), Scientific Exchange Programme di China (1996) dan Thailand (2003). Selain itu, pada tahun 2004 dan 2005 pernah menjadi Anggota Tim Asistensi BPTP Lingkup Badan Litbang Pertanian, Tim Evaluasi Dampak Proyek PAATP Badan Litbang Pertanian, serta Tim Kelompok Kerja Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan pada tahun 2006, wakil ketua tim TPPI Badan Litbang Pertanian sejak tahun 2010, wakli ketua TPPU Puslitbang Perkebunan dan anggota komisi pembinaan tenaga Badan Litbang Pertanian. Gelar profesor riset diperoleh pada tahun 2007 merupakan profesor riset ke-42 di Puslitbangbun, dan ke-215 di Badan Litbang Pertanian.

Sebagai peneliti, lebih dari 120 karya tulis ilmiah (KTI) yang ditulis sendiri atau bersama dengan peneliti lain yang dipublikasikan dalam jurnal, prosiding atau buku. Dalam mengelola majalah ilmiah, yang bersangkutan aktif sebagai anggota Dewan Redaksi. Anggota Dewan Redaksi Pemberitaan Littri (1987 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Jurnal Littri (1995 – 2003), Ketua Dewan Redaksi Jurnal Littri (2004 – 2011), Anggota Dewan Redaksi Buletin Penelitian Tanaman Industri (1990 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Informasi Pertanian (1993 – 1994), Anggota Dewan Redaksi Media Komunikasi Litbangtri (1990 – 1994), Ketua/Anggota penyunting Prosiding, (Simposium I Hasil Penelitian Litbangtri (1989), Konferensi Nasional Kelapa III (1993), Simposium II Hasil Litbangtri (1994), Simposium III Hasil Litbangtri (1999), Konferensi Nasional Kelapa IV (1998), Seminar Nasional Peranan Entomologi dalam Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis (1999), Inovasi Teknologi Perkebunan (2002), Simposium MaRI (2001), Simposium IV Hasil Litbangtri (2004), Workshop I Jarak Pagar (2006), Workshop II Jarak Pagar (2007), Konferensi Nasional Kelapa VI (2006), Anggota Penyunting Infotek Perkebunan (2009 – sekarang),

Elna Karmawati, Puslitbang Perkebunan. Jl. Tentara Pelajar No.1 Bogor 16111, Telp. 0251-8313083. Faksimile: 0251-8336194, Email: karmawati@yahoo.com

Berita

  • Meski Harga Menurun, Jeruk Keprok Batu 55 Tetap Menjadi Buruan

    25 Jul

    JAWA TIMUR – Menjelang lebaran tahun ini, jeruk Keprok Batu 55 menjadi buruan untuk buah meja. Harga normal yang biasanya mencapai Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- per kg, saat ini turun menjadi Rp 5.000, - (grade C) sampai Rp 8.000,- per kg (grade A) di tingkat petani. (berita lengkap)

  • Selamatkan Informasi Penting Dunia, PUSTAKA Melakukan Preservasi dan Konservasi Koleksi Antiquariat

    24 Jul

    antiq Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sejak tahun 2011 telah mulai melakukan kegiatan pelestarian atau preservasi serta konservasi koleksi antiquariat (Buku Kuno) untuk mempertahankan fisik dan kandungan informasi yang terdapat dalam koleksi tersebut. (berita lengkap)

  • Model Pertanian Bioindustri Berbasis Sapi Potong

    23 Jul

    Induk pembangunan pertanian di Indonesia tahun 2013-2045 mengusung strategi membangun pertanian-bioindustri berkelanjutan. Hal ini juga telah dituangkan dalam Visi dan Misi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yakni menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian terkemuka di dunia dalam mewujudkan sistem pertanian bio industri tropika berkelanjutan. (berita lengkap)

  • Jagung Hibrida Biji Putih Bima Putih 1 dan Bima Putih 2

    22 Jul

    Bima Jagung putih sejak dahulu telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Jagung putih juga penting untuk mendukung program diversifikasi pangan yang tengah digalakkan oleh pemerintah. (berita lengkap)

  • Indonesia Bisa Unggul dalam Nanoteknologi Pangan

    21 Jul

    Peneliti BB Pascapanen Dr Sri Yuliani Negara-negara maju terus berlomba menciptakan inovasi berbasis nanoteknologi. Jepang misalnya, kini telah menghasilkan berbagai produk elektronik dengan sentuhan nanoteknologi. Di bidang farmasi dan kosmetik, beberapa negara Eropa mulai banyak menerapkan nanoteknologi. “Indonesia mempunyai keunggulan di bidang pangan, karena kita memiliki sumber daya pangan lokal yang beraneka macam. Kalau nanotek bidang lain, seperti farmasi dan IT, kita memang tertinggal dengan negara lain. Untuk pangan, sesungguhnya kita bisa leading, karena kekayaan sumber daya alam Indonesia jauh lebih melimpah dibanding negara lain,” kata Dr. Sri Yuliani. (berita lengkap)

  • Pelantikan Eselon II lingkup Kementerian Pertanian

    18 Jul

    JAKARTA – Dalam birokrasi, proses mutasi dan promosi jabatan merupakan suatu hal rutin dalam penempatan jabatan struktural, pada Jumat (18/7/2014) Menteri Pertanian melantik 9 pejabat baru guna mengisi kekosongan beberapa jabatan Eselon II di lingkup Kementerian Pertanian. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa dalam masa kekosongan jabatan struktural di beberapa unit kerja, kinerja dari Unit Eselon II tersebut masih berjalan dengan baik, “hal ini menunjukkan bahwa sistem organisasi Kementerian Pertanian sudah memiliki sistem yang solid” ujarnya. (berita lengkap)

Berita lainnya »