Inovasi Teknologi

Gumarang

Gumarang Varietas ini memiliki potensi hasil : 8 t/ha, dengan rata-rata produksi hasil 5 ton/ha. Cukup tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora maydis). Cocok untuk daerah sebaran dataran rendah sampai 600 m dpl.

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Pantjar Simatupang, M.S.

Prof. (Riset). Dr. Ir. Pantjar Simatupang, M.S. Pantjar Simatupang, lahir di Sibolga pada 18 Maret 1954, adalah anak ke dua dari 6 bersaudara putera Bapak Tikkar Simatupang (alm) dan Ibu Tiarina Hutagalung (alm). Ia menikah dengan Sihardame Nurhayati Harda Rajagkuguk pada tahun 1987 dan telah dikarunia dua puteri, Pamela Sarnia dan Clara Nathania. Peneliti Ekonomi Pertanian ini bekerja di Pusat Agro Ekonomi dan Kebijakan Pertanian pada kelompok Penelitian Analisis Kebijakan Pangan.

Setelah menempuh pendidikan di SD Tapian Nauli I Poriaha Julu,Tapanuli Tengah, SMP Negeri XXI Jakarta dan di SMA Negeri II Jakarta, ia diterima di Institut Pertanian Bogor(IPB), melalui ujian saringan masuk tahun 1974. Gelar sarjana di peroleh dari Fakultas Perikanan IPB (Ir. 1978), dan gelar magister sains Ekonomi Pertanian Sekolah Pasca Sarjana IPB (MS, 1978). Dia memperoleh gelar Doktor Ekonomi pada tahun 1986 dari Iowa State University, Ames, Iowa, Amerika Serikat. Selama bekerja, ia mengikuti berbagai pelatihan di dalam maupun di luar negeri, antara lain Pelatihan Peningkatan Kemampuan Diplomasi dan Negosiasi Internasional dan economic analysis of agricultural research.

Pantjar Simatupang diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1979, sebagai tenaga peneliti dengan status tugas belajar, di Pusat Penelitian Agro Ekonomi yang sekarang menjadi Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Dia mengawali jenjang fungsional lansung sebagai Peneliti Muda tahun 1990, kemudian melompat menjadi Peneliti Madya tahun 1992, dan akhirnya mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama tahun 1994. Orasi Ilmiah untuk pengukuhan sebagai APU dia sampaikan pada tahun 1995. Gelar Profesor Riset dia peroleh pada tahun 2006. Dia menekuni dan mendalami khusus di bidang Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sebagai peneliti, dia telah berpartisipasi aktif dalam lebih dari 50 kegiatan penelitian, baik sebagai ketua, anggota maupun nara sumber Tim Peneliti, baik sebagai kegiatan penelitian internal unit kerja tempatnya bekerja maupun sebagai kegiatan kerjasama antar lembaga penelitian pemertintah maupun swasta, kerjasama dengan lembaga non-penelitian pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi, di dalam maupun di luar negeri. Kerjasama penelitian internasional antara lain dilakukan dengan Institute of Developing Ecomies, Tokyo, Japan; International Rice Research Institurte (Los Banos, Philippines); International Food Policy Research Institute, Washington, USA); Food and Agriculture Organization, Rome, Italy; Pacific Economic Cooperation Conference (PECC) - Center for Agricultural Policy Studies, Massey University, New Zealand; UN-ESCAP CGPRT Centre.

Pantjar Simatupang telah menulis lebih dari 150 karya tulis ilmiah baik yang terbit maupun tidak terbit, di dalam maupun di luar negeri, berupa artikel dalam jurnal ilmiah, majalah semi ilmiah, buku, bagian dari buku, prosiding, media masa populer (termasuk surat kabar) maupun berupa bahan pelatihan bagi calon atau asisten peneliti. Karya tulis beliau antara lain diterbitkan dalam jurnal ilmiah Bulletin of Indonesian Economic Studies (Australian National University), Agro Ekonomi (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia), Ekonomi dan Keuangan Indonesia (Indonesian Economic and Finance, Universitas Indonesia), Jurnal Agro Ekonomi (Universitas Gajah Mada), Mimbar Sosek (Institut Pertanian Bogor), Jurnal Ekonomi Analisis Ilmiah (Universitas Kristen Indonesia), Forum Statistik Badan (Pusat Statistik), Jurnal Ekonomi dan Pembangunan (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Jurnal Agro Ekonomi (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian), Jurnal Keuangan dan Moneter (Kementerian Keuangan), WARTAZOA (Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan), AARD Journal, JurnaL Badan Penelitiaan dan Pengembangan Pertanian, ANALISIS CSIS, Majalah Paangan (BULOG), Forum Agro Ekonomi (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian) dan Analisis Kebijkan (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian).

Pantjar Simatupang pernah menjadi anggota Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan, Tim Tehnis Perunding RI di World Trade Organization (WTO), dan berbagai Gugus Tugas perumusan kebijakan pembangunan pertanian maupun penyusunan naskah peraturan perundangan. Dia juga pernah turut menjadi anggota Delegasi RI pada perundingan WTO.

Dalam kegiatan manajemen dan koordinasi penelitian, dia pernah sebagai Ketua Kelompok Peneli Pembangunan Pertanian (1992-1996), Ketua Panitia Penilai Jabatan Peneliti (P2JP) Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (1994- 1997), dan Anggota Tim Penilai Jabatan Peneliti Pusat-LIPI (2008-sekarang). Pada periode 1999-2001 dia menjabat sebagai Head of Research and Development Program Coarse Grains, Pulses, Roots and Tubers (CGPRT) Centre, Economic and Social Commission for Asia and the Pacific, United Nations.

Dia aktif berpartisipasi dalam kegiatan simposium, seminar, konferensi, workshop, maupun pertemuan, baik sebagai invited speaker, pemakalah, ataupun peserta, di tingkat nasional maupun internasional. Pertemuan ilmiah internasional yang dia ikuti antara lain di di negara Amerika, Swiss, Belanda, Jerman, Jepang, Korea, PR-China, Filipina, India, Thailand, Vietam, Australia, New Zealand, Tonga, Vanuatu, Fiji dan Papua Nugini. Di tingkat nasional, ia sering diundang sebagai pemakalah undangan, nara sumber atau pembicara dalam berbagai seminar, workshop, atau forum ilmiah lainnya yang diselenggarkan oleh berbagai Kementerian, LPND atau swasta dan organisasi kemasyarakatan.

Selain sebagai peneliti, Pantjar Simatupang juga pernah menduduki jabatan struktural, yaitu: Pejabat Kepala Sub Bidang Publikasi Pusat Penelitian Agro Ekonomi (1981-1984), Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (2002-2005) dan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pembangunan Pertanian (2010-sekarang).

Pantjar Simatupang pernah menjadi pengajar dan pembimbing skripsi S-1 di Fakultas Ekonomi Universitas Jaya Baya (1987-1990), Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (1986-1993), pangajar pada Intitut Bisnis dan Informasi Indonesia (1997-2000) serta pengajar dan atau pembimbing tesis mahasiswa pada Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (1986-sekarang). Dia kerap berpartisipasi sebagai nara sumber pada pelatihan peningkatan kapasitas dan pembimbingan calon peneliti dan asisten peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Dia juga turut berpartisipasi sebagai pembimping penulisan karya tulis ilmiah bagi para peserta Pendidikan dan Pelatihan Calon Peneliti, Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan LIPI.

Pantjar Simatupang pernah menjadi ketua atau anggota Dewan Redaksi maupun mitra bestari pada sejumlah majalah ilmiah dan semi-ilmiah nasional maupun internasional seperti Jurnal Agro Ekonomi (Pusat Sosial Ekonomi Pertanian), Jurnal Ekonomi Analisis Ilmiah (Universitas Kristen Indonesia), Majalah Pangan (Bulog) dan Journal of Productivity Analysis. Dia juga menjadi ketua atau anggota Dewan Editor cukup banyak buku, prosiding seminar, dan buku bunga rampai.

Keanggotaan dalam organisasi profesi baik nasional maupun internasional, dia juga pernah aktif sebagai anggota American Agricultural Economist Association, Anggota dan Pengurus Perhimpunan Ekonomi Pertanian, Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan Pengurus Alumni Institut Pertanian Bogor.

Pantjar Simatupang pernah mendapatkan penghargaan atas prestasi dan sumbangsihnya dalam bidang penelitian bagi pembangunan Pertanian, yaitu : (1) Peneliti Berprestasi dari Menteri Pertanian RI (1994); (2) Penghargaan Ketahanan Pangan (2006); (3) Satya Lencana Karya Satya 20 tahun, 2004, dari Presiden Republik Indonesia, (4) Instruktur Pelatihan Terbaik, Pusat Penelitian Agro Ekonomi (1991); (5) Penulis Bahan Pelatihan Terbaik, (6) Pusat Penelitian Agro Ekonomi (1991).

Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), Jl. Jend A. Yani No. 70 Bogor 16161, Telp. 0251-8333964, Faksimile 0251-8314496, Email: pantjars@yahoo.com,

Berita

  • Meski Harga Menurun, Jeruk Keprok Batu 55 Tetap Menjadi Buruan

    25 Jul

    JAWA TIMUR – Menjelang lebaran tahun ini, jeruk Keprok Batu 55 menjadi buruan untuk buah meja. Harga normal yang biasanya mencapai Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,- per kg, saat ini turun menjadi Rp 5.000, - (grade C) sampai Rp 8.000,- per kg (grade A) di tingkat petani. (berita lengkap)

  • Selamatkan Informasi Penting Dunia, PUSTAKA Melakukan Preservasi dan Konservasi Koleksi Antiquariat

    24 Jul

    antiq Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) sejak tahun 2011 telah mulai melakukan kegiatan pelestarian atau preservasi serta konservasi koleksi antiquariat (Buku Kuno) untuk mempertahankan fisik dan kandungan informasi yang terdapat dalam koleksi tersebut. (berita lengkap)

  • Model Pertanian Bioindustri Berbasis Sapi Potong

    23 Jul

    Induk pembangunan pertanian di Indonesia tahun 2013-2045 mengusung strategi membangun pertanian-bioindustri berkelanjutan. Hal ini juga telah dituangkan dalam Visi dan Misi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yakni menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian terkemuka di dunia dalam mewujudkan sistem pertanian bio industri tropika berkelanjutan. (berita lengkap)

  • Jagung Hibrida Biji Putih Bima Putih 1 dan Bima Putih 2

    22 Jul

    Bima Jagung putih sejak dahulu telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Jagung putih juga penting untuk mendukung program diversifikasi pangan yang tengah digalakkan oleh pemerintah. (berita lengkap)

  • Indonesia Bisa Unggul dalam Nanoteknologi Pangan

    21 Jul

    Peneliti BB Pascapanen Dr Sri Yuliani Negara-negara maju terus berlomba menciptakan inovasi berbasis nanoteknologi. Jepang misalnya, kini telah menghasilkan berbagai produk elektronik dengan sentuhan nanoteknologi. Di bidang farmasi dan kosmetik, beberapa negara Eropa mulai banyak menerapkan nanoteknologi. “Indonesia mempunyai keunggulan di bidang pangan, karena kita memiliki sumber daya pangan lokal yang beraneka macam. Kalau nanotek bidang lain, seperti farmasi dan IT, kita memang tertinggal dengan negara lain. Untuk pangan, sesungguhnya kita bisa leading, karena kekayaan sumber daya alam Indonesia jauh lebih melimpah dibanding negara lain,” kata Dr. Sri Yuliani. (berita lengkap)

  • Pelantikan Eselon II lingkup Kementerian Pertanian

    18 Jul

    JAKARTA – Dalam birokrasi, proses mutasi dan promosi jabatan merupakan suatu hal rutin dalam penempatan jabatan struktural, pada Jumat (18/7/2014) Menteri Pertanian melantik 9 pejabat baru guna mengisi kekosongan beberapa jabatan Eselon II di lingkup Kementerian Pertanian. Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa dalam masa kekosongan jabatan struktural di beberapa unit kerja, kinerja dari Unit Eselon II tersebut masih berjalan dengan baik, “hal ini menunjukkan bahwa sistem organisasi Kementerian Pertanian sudah memiliki sistem yang solid” ujarnya. (berita lengkap)

Berita lainnya »