Inovasi Teknologi

Dalam Palu (DPU)

Dalam Palu (DPU) Kelapa Dalam Palu (DPU) ini tahan terhadap Phytophthora, agak toleran terhadap kemarau panjang, cocok pengembangan pada daerah lahan kering iklim basah (curah hujan < 1.500 mm/thn)

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ir. Ridwan Thahir

Prof. (Riset). Dr. Ir. Ridwan Thahir Ridwan Thahir dilahirkan di Banda Aceh pada 8 November 1947, putra pertama dari pasangan Ir. Mohamad Thahir (Alm) dengan Zuwijah (Almh). Pada tahun 1977 menikah dengan Ir. Jetty Setiawati (Almh) dan dikaruniai 3 anak Risa Kamilia Thahir (S1 Teknik Industri), Yudhi Rinaldi Thahir (S1 Geologi) dan Yudha Rinaldi Thahir (S1 Manajemen Ekonomi). Menamatkan Sekolah Rakyat pada tahun 1961, SMP tahun 1964, SMA tahun 1967, dan Gelar Ir. Jurusan Mekanisasi Pertanian diperoleh dari Fakultas Mekanisasi dan Teknologi Pertanian IPB pada tahun 1974. Pada tahun 1979 mendapat kesempatan tugas belajar dari Badan Litbang Pertanian untuk program S2 yang dilanjutkan langsung S3 jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Pascasarjana IPB serta memperoleh gelar Doktor Cum Laude pada tahun 1986.

Tahir memulai karirnya menjadi peneliti di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada tahun 1976, mencapai jenjang peneliti Ahli Peneliti Utama di bidang Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian pada tahun 2000, sedangkan gelar Profesor Riset diperoleh tahun 2009. Karir penelitian mulai dilakukan Thahir mulai tahun 1987, berhasil menemukan alat panen padi tipe mower dan sirkular tahun 1998. Optimalisasi aliran dan suhu udara ditemukan untuk penjemuran brangkasan basah kedelai dan ose kadar air tinggi. Penelitian mendapatkan beras giling dengan derajat putih yang tinggi telah diperoleh melalui kombinasi jenis pemoles disertai penerapan prinsip pelunakkan dan pembersihan lapisan aleuron. Prinsip ini menghasilkan teknologi nozzle pengkabutan yang banyak digunakan untuk reprosesing beras bermutu rendah. Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, Thahir. telah berkontribusi mengembangkan model kelembagaan pengolahan ubi jalar dan sagu yang disesuaikan dengan kondisi sosial-budaya masyarakat Papua bersama dengan Dinas Pertanian Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura.

Dalam karir struktural, Thahir telah menjalankan tugas-tugas, antara lain: menjadi Kepala Instalasi Penelitian Tanaman Padi (1986 – 1991); Ketua Kelompok Peneliti Alsin Pascapanen (1997 – 1999); Kepala Bidang Sarana dan Kerjasama BBMekanisasi Pertanian (1997 – 2001); Koordinator Program Penelitian di Balai Penelitian Padi (1995 – 1997); Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Balai penelitian Pascapanen (2001); Kepala Balai Penelitian Pascapanen Pertanian (2002 – 2004) dan dilanjutkan menjabat Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (2004 – 2005).

Disamping itu, Thahir juga aktif pada berbagai Tim Pengembangan Kelembagaan Litbang, antara lain: Anggota Tim Penyusun Master Research Plan Puslitbangtan (1988 – 1990); Ketua Tim Penilai Unit Organisasi Jabatan Teknisi Penelitian dan Perekayasa Lingkup Badan Litbang Pertanian (1998 – 1999); Anggota Tim Analisis Sumber Daya Alam untuk Pengembangan Sektor Pertanian dalam Pelita VII (1996); Anggota Panel Pakar Proyek Pembangunan Sektor 16 Kemeneg Ristek (1995 – 1999); Anggota Tim Penilai Program Insentif Bidang Ketahanan Pangan Kemeneg Ristek (2007 – 2010); Anggota Komisi Pembinaan Tenaga Badan Litbang Pertanian (2008 – 2011); Anggota Tim Penilai Peneliti Instansi Deptan (2007 – 2011); Ketua Dewan Penyunting Jurnal Media Penelitian Sukamandi (1993 – 1995); Buletin Enjiniring Pertanian (1998 – 2002); anggota Dewan Penyunting Penelitian Pertanian Tanaman Pangan (1996 – 1998); Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2002 – 2003); Jurnal Keteknikan Pertanian (2004 – 2008); Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian (2006 – 2011). Turut pula melakukan bimbingan mahasiswa dari S1, S2 dan S3, baik sebagai pembimbing langsung maupun Penguji diluar komisi pembimbing.

Pendidikan nonformal jangka pendek yang pernah diikuti adalah: Strategi Pengembangan Mekanisasi Pertanian dari Landbouw Hogheschool Wageningen di Bogor 19 Juni – 17 Juli 1978; The PTR-Phase II Project Orientation and Design Workshop IRRI, Los Banos 1 – 23 Juni 1987; Study on Rice Drying Characterisitics di Tokyo dan Iwate University 1984; Pelatihan Keredaksian Publikasi Ilmiah di IPB Bogor 6 – 16 Februari 1995. Lokakarya Program Pengembangan Manajement: Analisis SWOT, Bogor 1 – 4 Agustus 1999; Scientifics Exchange di Universitas Tokyo, Kyoto. Mie dan Agricultural Research Center Tsukuba, Japan pada tahun 1998; Pelatihan 2nd Master Class in Research Management in Agriculture; The Crowford Fund Australian Centre for International Agricultural Research and The University of New England, Sydney 1 – 14 September 2002.

Kegiatan profesi ilmiah yang dilakukan Thahir adalah menjadi pembicara kunci, pembicara undangan, nara sumber, pengarah dan penasehat pada sedikitnya 25 pertemuan ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional. Selain itu lebih dari 100 karya tulis ilmiah telah ditulis sendiri maupun bersama peneliti lainnya, baik yang telah diterbitkan maupun disampaikan dalam pertemuan ilmiah, di dalam dan luar negeri. Sepanjang pengabdian di Badan Litbang Pertanian telah mendapat Piagam Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Satyalencana Karya Satya XX dan XXX Tahun, masing-masing pada tanggal 10 Agustus 2000 dan 7 Juni 2007.

Ridwan Thahir, BB-Pascapanen, Jl. Tentara Pelajar No. 12 Cimanggu. Bogor 16114. Telpon Kantor 0251-8321762, Faksimile 0251-8350920, telepon/fax rumah 0251-8372405, Email: ridwan_thahir@gmail.com

Berita

  • Tekad Indramayu Sebagai Lumbung Kedelai

    18 Sep

    Indramayu merupakan salah satu Kabupaten lumbung pangan di Jawa Barat, mempunyai lahan yang bercirikan dataran rendah datar dan subur. Komoditas andalan utamanya adalah padi dan setelah padi, pilihan keduanya adalah kedelai, demikian tutur Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah pada acara panen raya kedelai dalam Program TNI AD mendukung Ketahanan Pangan 2014, Selasa (16/9/2014) di Desa Bantar Waru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. (berita lengkap)

  • Hasil Penelitian Terkini AI Pada Unggas

    18 Sep

    Virus AI H5N1 clade 2.3.2 menyerang pada itik Penyakit Avian Influenza (AI) pada unggas yang disebabkan oleh virus AI H5N1 clade 2.1.3. telah berlangsung di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Pada akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013 wabah AI yang biasanya menyerang ayam, mulai menyebabkan banyak kematian pada itik. (berita lengkap)

  • Dukungan Balitbangtan Kembangkan Keprok Tejakula di Tuban

    17 Sep

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) ikut mendukung berkembangnya Keprok Tejakula di Tuban, melalui program Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) Kementerian Pertanian. (berita lengkap)

  • Kurangi Kerugian, Kendalikan Hama Kutu Putih Pada Pepaya Sedini Mungkin

    16 Sep

    Pepaya merupakan tanaman yang banyak ditanami di perkarangan rumah sebagai tanaman buah. Meski demikian, tanaman yang banyak manfaat ini juga tidak luput dari serangan hama, seperti hama kutu putih. (berita lengkap)

  • Maiz Marado: Pangan Sehat Jagung Masa Depan

    16 Sep

    Jagung Ungu Jagung ungu atau dalam bahasa Spanyol dikenal dengan nama maiz morado adalah salah satu jenis varietas jagung yang masih belum populer khususnya di Indonesia. (berita lengkap)

  • Sagu untuk Kedaulatan Pangan dan Energi

    15 Sep

    FGD Sagu Sagu merupakan tanaman potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan alternatif dan bahan baku bioenergi. Sebanyak 60% tanaman sagu dunia terdapat di Indonesia yang luasnya mencapai 5,2 juta ha. Melihat potensi yang begitu besar, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerjasama dengan Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) menyelenggarakan Forum Group Discussion dengan tema ‘Sagu Sebagai Komoditas Potensial, Pilar Kedaulatan Pangan dan Energi’ di Jakarta (15/11). (berita lengkap)

Berita lainnya »