Inovasi Teknologi

Prabu Bestari

Prabu Bestari Varietas jenis ini memiliki karakter rasa manis dengan kapasitas produksi 5-15 ton/ha. Umur panen 120 hari setelah pangkas produksi. dan daya simpan 7-14 hari.

SDM Professional

Prof. (Riset). Dr. Ismeth Inounu

Prof. (Riset). Dr. Ismeth Inounu Dr. Ismeth Inounu dilahirkan di Bandung pada tanggal 1 Januari 1955. Yang bersangkutan menyelesaikan S1 di bidang peternakan di Universitas Padjadjaran pada tahun 1980. Program S2 dan S3 diselesaikan di IPB pada bidang Ilmu Ternak masing-masing pada tahun 1991 dan 1996. Mulai mengabdikan diri sebagai staf peneliti di Balai Penelitian Ternak Ciawi mulai tahun 1981.

Jabatan struktural yang pernah diembannya antara lain sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Nopember 2005-Nopember 2006) dan Kepala Bidang Program pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Juli 2004 - Nopember 2005).

Beberapa penghargaan yang pernah diperoleh adalah sebagai peneliti berprestasi dari Departemen Pertanian tahun 1998 dan mendapat satya lencana wirakarya dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2002.

Berita

  • Light Trap: Pemonitor dan Pengendali Serangga

    27 Jan

    Serangan hama tanaman tidak dapat dihindarkan. Namun bukan berarti tidak dapat dicegah sejak dini, salah satunya dengan menggunakan Lampu Perangkap. (berita lengkap)

  • Tanam Kedelai di Lahan Sawah

    26 Jan

    Menteri Pertanian Dr. Suswono optimis swasembada kedelai pada 2014 akan tercapai. Untuk tercapainya swasembada tersebut, ada tiga pendekatan yaitu peningkatan produktivitas, peningkatan intensitas tanam, dan perluasan areal tanam. (berita lengkap)

  • Jalejo: Alternatif Tepung Bergizi

    25 Jan

    Telah banyak tercipta berbagai inovasi tepung sebagai bahan industri pangan. Mulai dari tepung jagung, tepung ubi jalar, tepung kasava, tepung kentang, dan sebagainya. Kini tepung tidak hanya terbuat dari satu bahan dasar namun tiga. (berita lengkap)

  • KRPL di Rukun Tetangga

    24 Jan

    Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) kembali membunyikan genderangnya. Kali ini di Rumah Pintar Kompleks Pertanian Atsiri Permai Citayam. Bidikan utamanya adalah para ketua Rukun Tetangga (RT) dan tokoh masyarakat sekitar kompleks. Para ketua RT ini akan menjadi penggerak warga untuk memanfaatkan setiap jengkal pekarangan dengan aneka tanaman sesuai kebutuhan sehari-hari. (berita lengkap)

  • Lisensi PUGAM-A untuk Masyarakat Tani

    20 Jan

    JAKARTA – Badan Litbang Pertanian dengan PT Polowijo Gosari menandatangani Naskah Kerjasama Lisensi Pupuk PUGAM-A di Gedung Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian), Jumat (20/1/2012). (berita lengkap)

  • KRPL Penuh Kreasi dan Makin Komplit

    18 Jan

    KRPL Penuh Kreasi dan Makin Komplit Lahirnya KRPL merupakan respon cepat terhadap arahan Presiden SBY yang selalu mengingatkan kepada kita untuk berupaya meningkatkan ketahanan pangan. Di antaranya pada Konferensi Dewan Ketahanan Pangan di Jakarta bulan Mei 2010, Pencanangan Gerakan Nasional Penanganan Anomali Iklim Petani Indonesia di Sidoarjo Jawa Timur, Januari 2011 dan saat Penganugerahan Penghargaan Ketahanan Pangan bulan Desember 2011, secara terus menerus Presiden mengajak untuk menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan nasional agar dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Inisiasi penerapan rumah pekarangan pangan yang kemudian melahirkan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di desa Kayen, kecamatan Pacitan, kabupaten Pacitan sejak bulan Februari 2011, yang kemudian menjadi awal pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di berbagai lokasi seperti Pasuruan, Malang, Karawang, dan pada tahun 2012 diterapkan di semua provinsi. (berita lengkap)

Berita lainnya »