Inovasi Teknologi
Raja Siem
Rasa manis, tekstur daging berserat, kadar gula 27%, kadar tepung 79,8 g, vitamin C 5,1 mg/100 g, vitamin A 712 SI, dan kalori tinggi. Tahan pH rendah, aerasi jelek, dan toleran terhadap penyakit layu bakteri Pseudomonas sp. Jumlah buah pertandan 112, bobot sisir 1,2-1,5 kg. Daya simpan 15 hari. Morfologi tanaman ramping, genjah. Umur berbuah 278 hari setelah tanam. Umur panen 117 hari setelah bunga.
SDM Professional
Prof. (Riset). Dr. Drs. Mohamad Husein Sawit, M.Sc.
Dr. Drs. M. Husein Sawit lahir di Sigli, Aceh 25 Nopember 1947. Menyelesaikan pendidikan S1 (SE) (Jurusan Ekonomi Pertanian) di Fakultas Ekonomi UGM (1973). memperoleh MSc. dalam bidang Agricultural Development Economics dari Australian National University, Canberra, Australia (1984); dan memperoleh gelar PhD dalam bidang Economics dari University of Wollongong, NSW Australia (1994). Disertasi PhD dengan judul “Farm Household Model for Rural Household of West Java” pernah dicalonkan dalam kompetisi disertasi PhD terbaik di Australia pada 1993. Selanjutnya, ia pernah menempuh berbagai pendidikan non-gelar tentang Rural Labour Market di World Bank, Washington DC, AS (1985); Watershed Analysis and Resouce Management di Cornell University, Ithaca AS (1994).
Menjadi peneliti ekonomi pertanian dan pedesaan di Survei Agro Ekonomi (SAE) 1974-1982, dan di Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (PSE) Badan Litbang Pertanian (1983-sekarang); Sebagai Ahli Peneliti Utama bidang Ekonomi Pertanian sejak (2004). Menjadi Tim Ahli Kepala Bulog dalam abidang kebijakan pangan (1995-1999); Staf Ahli Menteri Pangan dan Hortikultura dalam bidang Pemasaran Pangan (1999-2000); Direktur Kerjasama Internasional dan Hubungan Antara Lembaga, Bulog (2000-2003); dan Tenaga Ahli Perum Bulog dalam bidang Pelayanan dan Operasi Publik (2004-2005). Sebagai Senior Advisor on Agriculture Policy di UNSFIR (United Nations Suppoprt Facility for Indonesia Recovery) di bawah UNDP periode 2004-2005; sebagai konsultan FAO (1995, 2003) dan WFP (1998).
Menjadi visiting fellow di Departement of Economics ResPacs. ANU, Australia (1993); dan senior rersearch fellow di Kyoto University, Kyoto Jepang (2002). Menjadi DELRI dalam Perundingan Pertanian (WTO) di Geneva, periode 2001-2004. Selama 4 tahun terakhir banyak melakukan riset bidang Perdangan Pertanian Multilateral dan Ketahanan Pangan. Aktif di PP PERHEPI dan Yayasan Agaro Ekonomika. Menulis sejumlah artikel di berbagai jurnal ilmiah di dalam negeri dan luar negeri; anggota editor jurnal ilmiah anatara lain di UNILA, UGM, Editor sejumlah hasil penelitian yang dipublikasikan menjadi buku, antara lain Ekonomi GUla Indonesia (1999) oleh IPB Press; bersama Beddu Amang menulis buku Kebijakan Beras dan Pangan Nasional; pelajaran dari Orde Baru ke Orde Reformasi (2001) oleh IPB Press. Penulis buku Perum Bulog dalam Perjanjian Pertanian (WTO); apa, mengapa dan bagaimana, diterbitkan oleh Puslitbang Perum Bulog (2005).
Ia memperoleh jenjang Ahli Peneliti Utama (APU) bidang Sosial Ekonomi Pertanian dan Kebijakan Pertanian (2005) dan menyampaikan pidato pengukuhan orasi professor riset pada Juni 2010.
Selain itu ybs juga aktif mempublikasikan karya ilmiah dari hasil penelitian dan telah menulis sejumlah 95 buah karya ilmiah yang dipublikasi dalam bentuk buku, artikel, sebagian dalam jurnal ilmiah: 14 diantaranya dalam bahasa Inggeris; 5 buku masing-masing diterbitkan oleh UI, IPB, Puslitbang Bulog, UNDP/Bappenas; dan Pusat Sosek dan Kebijakan Pertanian dan Action Aid Internasional; ketua/anggota Editor (4 buah buku) dan editor buku Prosiding (6 buah) yang diterbitkan oleh lembaga penelitian/profesi dan peguruan tinggi.
Ia menjadi research fellow pada Respac ANU Australia (1992: 2 bulan) dan sebagai senior Research Fellow pada Kyoto University, Jepang (2002: 2 bulan). Memperoleh dana penelitian untuk penelitian dalam penerapan modalitas pertanian WTO untuk Indonesia dari ICTSD Jenewa; dan ActionAid Internasional, Cape Town untuk penelitian tentang dampak negatif dari liberalisasi perdagangan komoditas beras di Indonesia.
Berita
-
Panen Kedelai Kawasan Hutan Jati
16 Mei
BOYOLALI – Gubernur Jawa Tengah, Bupati Boyolali, Kepala Perum Perhutani Wilayah I dan Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili Kepala Puslitbangtan Dr. Hasil Sembiring, Senin (14/5/2012) lalu panen kedelai di kawasan hutan jati di KPH Telawa. Hasil ubinan panen kedelai di kawasan hutan jati di Desa Guwo ini berpotensi mencapai 2,4 t/ha dan rata-rata 1,7 t/ha. (berita lengkap) -
Pengujian Ketahanan Klon Tebu
15 Mei
Streak mosaic adalah penyakit baru pada pertanaman tebu di Indonesia dengan tingkat sebaran yang cukup luas khususnya di Jawa. Penyakit ini disebabkan oleh Sugarcane streak mosaic virus (SCSMV). (berita lengkap) -
Konsentrat Ayam Pedaging untuk Pakan Tambahan Sapi Brahman Cross
14 Mei
Sapi Brahman cross merupakan sapi impor yang didatangkan ke Indonesia dengan tujuan untuk memenuhi swasembada daging sapi. Di dalam perkembangannya sapi Brahman cross kurang berkembang dengan baik yang terlihat dari penampilannya yang kurang bagus, seperti tubuh yang kurus, bulu yang kasar, dan reproduksi yang rendah. (berita lengkap) -
Teknologi Produksi Bibit Jeruk Okucang Untuk Lahan Pasang Surut
11 Mei
Okulasi masih merupakan metode standar perbanyakan jeruk secara komersial, yaitu semaian batang bawah umur tertentu ditempel atau diokulasi dengan mata tempel varietas komersial dan setelah tumbuh disebut bibit okulasi. Bibit okulasi ternyata tidak cocok untuk semua tipe lahan yang berair tanah dangkal, artinya setelah akar tunggang bibit okulasi menembus permukaan air tanah atau daerah kedap air, tanaman kemudian mengalami kemunduran pertumbuhan dan bahkan ada yang mati karena akarnya membusuk. (berita lengkap) -
Potensi Produksi Kedelai di Kawasan Hutan Kayu Putih
10 Mei
Badan Litbang Pertanian terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Sukses mengembangkan kedelai di kawasan hutan jati di KPH Ngawi yang dapat menghasilkan kedelai hingga 2 t/ha (9 Januari 2012), kali ini Badan Litbang Pertanian membidik kawasan hutan kayu putih untuk target pengembangan kedelai. (berita lengkap) -
Kerjasama Badan Litbang dengan Kabupaten Kepulauan Meranti
09 Mei
JAKARTA – Sebagai salah satu upaya pengenalan, penyebarluasan, sekaligus aplikasi inovasi pertanian dari hasil penelitian Badan Litbang Pertanian kepada masyarakat luas, Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau menandatangani nota kesepahaman dalam bidang Penelitian, Pengujian dan Pengkajian Pertanian dan Perkebunan, Senin (7/5/2012) di Aula Badan Litbang Pertanian. (berita lengkap)
Institusi
Layanan
Interaktif
Database
Mitra Kerja
- Pemda
- Lembaga Penelitian
- Universitas
- Swasta
- L S M
