Inovasi Teknologi

Mega Murapi

Mega Murapi Dapat Berbuah terus menerus dan cocok untuk ditanam didaerah dengan ketinggian 200 - 1000 m di atas permukaan laut

SDM Profesional

Prof. (Riset). Dr. Ismeth Inounu, MS

Prof. (Riset). Dr. Ismeth Inounu, MS Ismeth Inounu lahir di Bandung tanggal 01 Januari 1955 adalah anak ketiga dari Bapak H. Ismu Azhar Tk Johansyah dan bu Hj. B. Zubaedah. Menikah dengan Ir. Nurhasanah Hidajati dan dikaruniai 2 (dua) orang anak, yaitu : Aristogama Inounu, S.Psi., dan Adiwicaksana Inounu, S.Hut.

Berdasarkan Keputusan Presiden R.I. Nomor 88/M Tahun 2010 tanggal 24 Juni 2010 Ismeth Inounu diangkat sebagai Peneliti Utama terhitung mulai tanggal 1 September 2009. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor /A/2010 tanggal 30 Desember 2010 yang bersangkutan dikukuhkan sebagai Profesor Riset setelah melaksanakan orasi Pengukuhan Profesor Riset.

Ismeth Inounu menamatkan Sekolah Dasar St. Agustinus Bandung tahun 1966; Sekolah Menengah Pertama Negeri IV Bandung tahun 1969, dan Sekolah Menengah Atas Kristen BPPK Bandung tahun 1973. Memperoleh gelar Sarjana dari Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung tahun 1980, memperoleh gelar Magister Sains bidang Ilmu Ternak dari Institut Pertanian Bogor tahun 1991, serta memperoleh gelar Doktor bidang Ilmu Ternak dari Institut Pertanian Bogor tahun 1996.

Aktivitasnya sebagai pejabat structural diawali pada tahun 1999-2004 sebagai Kepala Bidang Pelayanan Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan; pada tahun 2004-2005 sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan pada tahun 2005 merangkap sebagai Kepala Balai Ad. Interin Balai Penelitian Ternak (selama 4 bulan), dan pada tahun 2005-2006 sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Ismeth Inounu mengawali kariernya pada jabatan fungsional peneliti sebagai Ajun Peneliti Muda pada tahun 1987, Ajun Peneliti Madya pada tahun 1990, Peneliti Muda pada tahun 1994, Peneliti Madya pada tahun 1998, Ahli Peneliti Muda pada tahun 2002, Peneliti Utama Golongan IV/d pada tahun 2005 dan memperoleh jabatan Peneliti Utama Golongan IV/e bidang Pemuliaan dan Genetika Ternak pada tahun 2009.

Kerjasama internasional yang pernah dilakukannya adalah bersama Ruminant Collaborative Research Support Program (SR-CRSP) University California Davis USA tahun 1981-1995 dalam bidang pemuliaan domba prolifik. Selanjutnya dengan Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR) Australia pada tahun 2002 dalam bidang strategi peningkatan produksi sapi Bali di Indonesia.

Pada tahun 2003 bekerjasama dengan International Center for Agricultural Reserch in Dry Area (ICARDA) dalam bidang peningkatan produktivitas domba di Uzbekistan dan pada tahun 2005 masih bersama ICARDA dalam bidang peningkatan produksi susu pada domba Sicilo Sarde di Tunisia.

Ismeth Inounu telah menghasilkan 107 (seratus tujuh) karya tulis ilmiah yang ditulis sendiri maupun dengan penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, prosiding dan makalah yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, dan 41 (empat puluh satu) di antaranya ditulis dalam Bahasa Inggris.

Selain disibukkan dengan kegiatannya sebagai peneliti Ismeth Inounu juga aktif bertindak sebagai pembimbing Skripsi dan Disertasi pada Institut Pertanian Bogor. dan Universitas Padjajaran Bandung. Ismeth Inounu juga ikut berpartisipasi di organisasi profesi sebagai anggota Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia, anggota Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia, dan anggota Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia.

Ismeth Inounu telah menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia berupa Satya Lancana Wirakarya (2001) dan Satya Lancana Karya Satya XX Tahun (2006).

Ismeth Inounu, Puslitbang Peternakan, Jl. Raya Pajajaran Kav. E-59, Bogor 16151. Telpon: 0251-8322185; Faksimile: 0251-8328382 dan 8380588. E-mail: i_inounu@yahoo.com

Berita

  • Pentingnya Litbang Menyongsong ASEAN Beyond 2015

    30 Sep

    Tingginya Pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN yang tinggi dan integrasi ekonomi kawasan serta tekanan pada sumberdaya yang semakin tinggi, merupakan tiga faktor yang akan menyebabkan perubahan dalam pembangunan pertanian dan pangan ke depan di kawasan ASEAN. Selain itu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penambahan kelas menengah yang besar menyebabkan masalah ketahanan pangan wilayah ini tidak bisa lagi diandalkan pada komoditi pangan tradisional seperti padi, jagung dan sejenisnya. Permintaan terhadap pangan yang sehat dan makin beragam, serta kecenderungan meningkatnya permintaan terhadap buah dan sayuran, harus sudah diantisipasi sejak sekarang. Hal ini semakin mendesak dengan semakin terbukanya perdagangan dan ekonomi Negara, serta makin beratnya tekanan terhadap sumberdaya yang ada. (berita lengkap)

  • Budidaya Kelapa Kopyor

    29 Sep

    Kelapa Kopyor Kelapa kopyor adalah tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa berbuah kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi kelapa normal. Kelapa kopyor merupakan komoditas andalan yang bernilai ekonomi tinggi dan di cirikan oleh daging buah yang bertekstur gembur dan sebagian besar tidak melekat di tempurungnya. (berita lengkap)

  • Bulai, Penyakit Utama pada Tanaman Jagung

    26 Sep

    Bulai pada jagung Bulai merupakan penyakit utama tanaman jagung yang menjadi ancaman bagi pengembangan jagung di Indonesia. Penyakit ini menjadi perhatian serius karena penyebarannya tidak hanya di Indonesia, namun juga ke berbagai negara di Amerika, Afrika, Eropa, Australia dan Asia lainnya seperti India, Thailand dan Filipina. (berita lengkap)

  • Provenan Jarak Pagar yang Toleran terhadap Cekaman Kekeringan

    25 Sep

    Provenan (tempat asal benih) unggul jarak pagar (Jatropha curcas Linn.) yang tersedia saat ini hanya mampu mengekspresikan keunggulan potensi produksi pada kondisi lahan yang optimal. Sementara lahan yang tersedia untuk pengembangan jarak pagar umumnya berupa lahan kering dengan ketersediaan air terbatas. (berita lengkap)

  • Invensi dan Inovasi Terobosan Tingkatkan Daya Saing Buah Tropika Indonesia

    24 Sep

    Buah Tropika Indonesia PADANG - Kendala yang menyebabkan rendahnya daya saing komoditas buah tropika Indonesia untuk ekspor harus menjadi pemicu dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) harus dapat menghasilkan invensi dan inovasi terobosan, sehingga buah tropika Indonesia yang dihasilkan berdaya saing global. Demikian sambutan Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Agung Hendriadi pada acara Seminar Nasional Buah Tropik Nusantara II, Rabu (23/09) di Bukittinggi, Padang, Sumbar. (berita lengkap)

  • Strategi Pengendalian Penyakit Blas pada Tanaman Padi

    23 Sep

    Salah satu kendala utama dalam peningkatan produksi padi adalah penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea (P. grisea). Pada mulanya penyakit blas merupakan penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia terutama pada padi lahan kering. Akhir-akhir ini dilaporkan penyakit blas banyak ditemukan pada padi sawah terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. (berita lengkap)

Berita lainnya »