Inovasi Teknologi

Raja Siem

Raja Siem Rasa manis, tekstur daging berserat, kadar gula 27%, kadar tepung 79,8 g, vitamin C 5,1 mg/100 g, vitamin A 712 SI, dan kalori tinggi. Tahan pH rendah, aerasi jelek, dan toleran terhadap penyakit layu bakteri Pseudomonas sp. Jumlah buah pertandan 112, bobot sisir 1,2-1,5 kg. Daya simpan 15 hari. Morfologi tanaman ramping, genjah. Umur berbuah 278 hari setelah tanam. Umur panen 117 hari setelah bunga.

SDM Professional

Prof. (Riset). Dr. Ir. I Made Oka Adnyana, M.Sc.

Prof. (Riset). Dr. Ir. I Made Oka Adnyana, M.Sc. Prof. (Riset). Dr. Ir. I Made Oka Adnyana, M.Sc. mendapatkan gelar Sarjana Pertanian Jurusan Statistik pada tahun 1979 dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Pendidikan S2 (jurusan Statistik) ditempuh di University of the Philippines at Los Banos (UPLB) di Filipina tahun 1984 dengan gelar Magister of Science (M.Sc.), sedangkan pendidikan doktoral (Ph.D.) jurusan Economics Econometrics ditempuh di Univeritas yang sama selesai pada tahun 1987

Yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi pada Puslitbang Tanaman Pangan sejak tahun 2002. Sejumlah tugas telah diembannya yaitu Ketua Tim Asistensi dan Manajemen BPTP Puslit Sosial Ekonomi (April 1999-April 2002), Ketua Kelompok Peneliti Manajemen Sumber Daya & Usaha Pertanian Pusat Penelitian Agro Ekonomi Badan Litbang Pertanian (Juli 1997-Nopember 1998), Ketua Kelompok Peneliti Sosial Ekonomi dan Penelitian Pengembangan Balitbio/Puslitbang Tanaman Pangan tahun (Maret 1988-April 1995), Ketua Kelompok Peneliti Penelitian Pengembangan Puslitbang Tanaman Pangan tahun 1992, Koordinator Lapangan Proyek P3MT di Sitiung Sumatera Barat (Oktober 1979-September 1981).

Mengawali jenjang fungsional sebagai Ajun Peneliti Madia (1993), kemudian melompat menjadi Peneliti Madia (1996), Ahli Peneliti Madia (2001), dan akhirnya mencapai jenjang Ahli Peneliti Utama (2005). Orasi Ilmiah dia sampaikan di depan Dewan APU pada tahun 2005.

Dikukuhkan sebagai Profesor Riset pada tanggal 5 Januari 2006 dan merupakan Profesor Riset ke 27 di Badan Litbang Pertanian dan ke 39 di tingkat Nasional.

Sebagai peneliti, Made Oka Adnyana telah menghasilkan lebih dari 120 karya tulis ilmiah (KTI) yang ditulis sendiri atau bersama peneliti lain, yang dipublikasikan dalam jurnal, prosiding atau buku, baik yang bertaraf internasionalmaupun nasional. Beberapa hasil penelitian telah menjadi program nasional antara lain: pengembangan Kawasan Timur Indonesia, SUTPA, SUP, Corporate Farming, SITT-BL, P2BN dan MIRE.

Dikukuhkan sebagai Profesor Riset pada tanggal 5 Januari 2006.

Penghargaan yang pernah diraih antara lain : Satya Lancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 1996.

Berita

  • Panen Kedelai Kawasan Hutan Jati

    16 Mei

    BOYOLALI – Gubernur Jawa Tengah, Bupati Boyolali, Kepala Perum Perhutani Wilayah I dan Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili Kepala Puslitbangtan Dr. Hasil Sembiring, Senin (14/5/2012) lalu panen kedelai di kawasan hutan jati di KPH Telawa. Hasil ubinan panen kedelai di kawasan hutan jati di Desa Guwo ini berpotensi mencapai 2,4 t/ha dan rata-rata 1,7 t/ha. (berita lengkap)

  • Pengujian Ketahanan Klon Tebu

    15 Mei

    Streak mosaic adalah penyakit baru pada pertanaman tebu di Indonesia dengan tingkat sebaran yang cukup luas khususnya di Jawa. Penyakit ini disebabkan oleh Sugarcane streak mosaic virus (SCSMV). (berita lengkap)

  • Konsentrat Ayam Pedaging untuk Pakan Tambahan Sapi Brahman Cross

    14 Mei

    Sapi Brahman cross merupakan sapi impor yang didatangkan ke Indonesia dengan tujuan untuk memenuhi swasembada daging sapi. Di dalam perkembangannya sapi Brahman cross kurang berkembang dengan baik yang terlihat dari penampilannya yang kurang bagus, seperti tubuh yang kurus, bulu yang kasar, dan reproduksi yang rendah. (berita lengkap)

  • Teknologi Produksi Bibit Jeruk Okucang Untuk Lahan Pasang Surut

    11 Mei

    Okucang Okulasi masih merupakan metode standar perbanyakan jeruk secara komersial, yaitu semaian batang bawah umur tertentu ditempel atau diokulasi dengan mata tempel varietas komersial dan setelah tumbuh disebut bibit okulasi. Bibit okulasi ternyata tidak cocok untuk semua tipe lahan yang berair tanah dangkal, artinya setelah akar tunggang bibit okulasi menembus permukaan air tanah atau daerah kedap air, tanaman kemudian mengalami kemunduran pertumbuhan dan bahkan ada yang mati karena akarnya membusuk. (berita lengkap)

  • Potensi Produksi Kedelai di Kawasan Hutan Kayu Putih

    10 Mei

    Badan Litbang Pertanian terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Sukses mengembangkan kedelai di kawasan hutan jati di KPH Ngawi yang dapat menghasilkan kedelai hingga 2 t/ha (9 Januari 2012), kali ini Badan Litbang Pertanian membidik kawasan hutan kayu putih untuk target pengembangan kedelai. (berita lengkap)

  • Kerjasama Badan Litbang dengan Kabupaten Kepulauan Meranti

    09 Mei

    MoU dengan Kabupaten Kepulauan Meranti JAKARTA – Sebagai salah satu upaya pengenalan, penyebarluasan, sekaligus aplikasi inovasi pertanian dari hasil penelitian Badan Litbang Pertanian kepada masyarakat luas, Badan Litbang Pertanian dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau menandatangani nota kesepahaman dalam bidang Penelitian, Pengujian dan Pengkajian Pertanian dan Perkebunan, Senin (7/5/2012) di Aula Badan Litbang Pertanian. (berita lengkap)

Berita lainnya »